Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Erik Mclean)
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Intinya sih...

  • Modifikasi spesifikasi kendaraan memengaruhi nilai pajak dan biaya perawatan.

  • Penggantian velg dan ban berukuran besar meningkatkan konsumsi bahan bakar dan biaya perawatan.

  • Jarang melakukan servis ringan berkala membuat komponen bekerja lebih berat dan menimbulkan kerusakan lanjutan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Merawat mobil sering dianggap sebatas urusan servis rutin dan isi bahan bakar. Padahal, ada banyak hal kecil yang kelihatannya sepele, tapi efeknya bisa terasa langsung ke pengeluaran bulanan. Dari pajak tahunan sampai biaya perawatan, kebiasaan kecil bisa membuat dompet terasa lebih cepat terkuras.

Banyak pemilik mobil baru menyadari efek finansial ini setelah tagihan datang bertubi-tubi. Padahal, sebagian besar pemicu biaya tambahan berasal dari keputusan sederhana yang jarang diperhatikan. Memahami hal-hal kecil ini bisa membantu mengontrol pengeluaran kendaraan secara lebih rasional. Yuk, cek satu per satu faktor sepele yang diam-diam membuat mobil lebih boros pajak dan biaya!

1. Modifikasi yang mengubah spesifikasi kendaraan

ilustrasi servis mobil dengan scanner (freepik.com/peoplecreations)

Modifikasi sering dilakukan demi tampilan dan kenyamanan. Namun, perubahan spesifikasi seperti penggantian mesin, ubahan kapasitas silinder, atau penambahan komponen tertentu bisa memengaruhi nilai pajak. Kendaraan dengan spesifikasi lebih tinggi umumnya dikenai pajak yang lebih besar.

Selain pajak, modifikasi juga berpotensi menaikkan biaya perawatan dan asuransi. Komponen non standar biasanya lebih mahal saat perlu penggantian. Tanpa disadari, modifikasi kecil bisa berujung pada pengeluaran rutin yang jauh lebih besar.

2. Penggantian velg dan ban berukuran besar

ilustrasi menggant ban mobil (pexels.com/cottonbro studio)

Velg besar sering dianggap meningkatkan tampilan mobil secara instan. Namun, perubahan ukuran velg dan ban bisa memengaruhi beban kerja mesin dan sistem suspensi. Beban tambahan ini membuat konsumsi bahan bakar dan biaya perawatan meningkat.

Selain itu, ban dengan ukuran khusus biasanya punya harga lebih mahal dibanding ukuran standar. Efek jangka panjangnya terasa pada biaya penggantian rutin. Kombinasi faktor ini membuat pengeluaran tahunan bertambah tanpa disadari.

3. Jarang melakukan servis ringan berkala

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Artem Podrez)

Servis ringan seperti pengecekan tekanan ban, penggantian oli tepat waktu, dan pemeriksaan filter sering dianggap sepele. Padahal, kebiasaan menunda servis membuat komponen bekerja lebih berat. Efeknya bukan cuma ke performa, tapi juga ke efisiensi biaya.

Komponen yang aus lebih cepat berpotensi menimbulkan kerusakan lanjutan. Kerusakan kecil yang dibiarkan bisa berubah menjadi perbaikan besar dengan biaya tinggi. Servis ringan yang teratur justru membantu menekan pengeluaran jangka panjang.

4. Administrasi kendaraan yang sering terlambat

ilustrasi dokumen (pexels.com/RDNE Stock project)

Keterlambatan membayar pajak kendaraan bermotor sering dianggap masalah kecil. Padahal, denda administrasi bisa menumpuk dan membuat total biaya jauh lebih besar. Selain itu, urusan perpanjangan STNK dan administrasi lain bisa memakan waktu dan tenaga.

Keterlambatan ini juga berpotensi memengaruhi nilai jual kendaraan. Calon pembeli biasanya lebih berhati-hati pada mobil dengan riwayat administrasi yang kurang rapi. Ketertiban administrasi membantu menjaga nilai kendaraan sekaligus menghindari biaya tambahan.

5. Kebiasaan berkendara yang kurang efisien

ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/JESHOOTS.com)

Gaya berkendara punya pengaruh besar pada biaya operasional mobil. Akselerasi mendadak, pengereman keras, dan putaran mesin tinggi membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Selain itu, komponen seperti rem dan ban lebih cepat aus.

Kebiasaan ini juga berdampak pada biaya perawatan jangka panjang. Komponen yang cepat aus berarti frekuensi penggantian lebih sering. Dengan gaya berkendara yang lebih halus, biaya operasional bisa lebih terkendali.

Hal-hal kecil sering terlihat sepele, tapi efeknya bisa terasa besar pada pajak dan biaya mobil. Dari modifikasi sampai kebiasaan berkendara, semuanya saling berkaitan dengan pengeluaran rutin. Memahami dan mengelola faktor-faktor ini membantu menjaga kondisi kendaraan sekaligus kesehatan keuangan. Dengan perhatian yang tepat, mobil tetap nyaman tanpa membuat pengeluaran terasa berat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian