Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Mobil di Amerika Melonjak dalam 10 Tahun Terakhir
ilustrasi parkir mobil (pexels.com/mike bird)
  • Pengeluaran warga AS untuk cicilan mobil melonjak hingga 1,68 triliun dolar AS pada 2025, naik 37 persen dibandingkan 2018 akibat kenaikan harga kendaraan baru yang signifikan.
  • Hilangnya mobil murah di bawah 20.000 dolar AS membuat konsumen menengah ke bawah kehilangan opsi terjangkau, sementara produsen kini lebih fokus pada pembeli berpenghasilan tinggi.
  • Suku bunga pinjaman mencapai hingga 18 persen bagi kreditur berisiko, mendorong banyak konsumen memilih tenor tujuh tahun ke atas meski total biaya akhirnya jauh lebih besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasar otomotif Amerika Serikat sedang menghadapi fenomena kenaikan harga yang sangat drastis dalam kurun waktu kurang dari satu dekade terakhir. Laporan terbaru dari The Century Foundation and Protect Borrowers mengungkap fakta mengejutkan mengenai beban finansial yang harus ditanggung warga AS demi memiliki sebuah kendaraan untuk mobilitas harian.

Berdasarkan data yang dihimpun, pengeluaran warga Amerika Serikat untuk mencicil mobil menyentuh angka fantastis sebesar 1,68 triliun dolar AS pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan tajam sebesar 37 persen jika dibandingkan dengan posisi pada tahun 2018 yang kala itu berada di angka 1,23 triliun dolar AS.

1. Hilangnya pilihan kendaraan murah bagi konsumen menengah ke bawah

ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Rangga Aditya Armien)

Penyebab utama dari melambungnya beban ekonomi ini adalah kenaikan harga jual rata-rata unit kendaraan yang sangat signifikan. Mengutip laporan dari laman Carscoops dan ANTARA, rata-rata harga mobil baru di Amerika Serikat saat ini telah menembus angka di atas 49.000 dolar AS atau sekitar Rp851,5 juta. Padahal, sekitar satu dekade yang lalu, harga mobil di negara tersebut masih berada di kisaran 35.000 hingga 37.000 dolar AS.

Direktur Wawasan Edmunds, Ivan Drury, menyatakan bahwa faktor utama tingginya cicilan adalah ketiadaan mobil murah di pasar saat ini. Hampir tidak ada lagi kendaraan baru yang dijual di bawah harga 20.000 dolar AS, sehingga pembeli yang dulunya memiliki pilihan harga terbawah kini kehilangan opsi tersebut. Hal ini memaksa konsumen untuk mengambil pinjaman yang lebih besar meskipun kemampuan finansial mereka tidak meningkat secara proporsional.

2. Perubahan strategi produsen dan dominasi pembeli berpenghasilan tinggi

ilustrasi parkir mobil di bawah terik matahari (pexels.com/Ahmet Çuhadar)

Pihak produsen kendaraan saat ini tampak mulai mengubah target pasar mereka dengan lebih menyasar kelompok konsumen tertentu. Sean Tucker, redaktur pelaksana di Kelley Blue Book, melihat bahwa pabrikan kini lebih fokus pada pembeli dengan penghasilan tinggi. Kelompok ini dianggap lebih stabil dan tidak mudah terpengaruh oleh faktor eksternal yang mengganggu stabilitas harga seperti pandemi global maupun konflik peperangan.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 43 persen kendaraan baru di Amerika Serikat kini dibeli oleh orang-orang dengan penghasilan tahunan mencapai 150.000 dolar AS ke atas. Kondisi ini menciptakan pergeseran di mana mobil baru perlahan-lahan menjadi barang mewah yang hanya bisa dijangkau oleh kalangan atas, sementara masyarakat menengah semakin sulit untuk memperbarui kendaraan mereka tanpa terjerat utang yang besar.

3. Tekanan suku bunga dan risiko tenor pinjaman jangka panjang

ilustrasi tempat parkir mobil (unsplash.com/Vlad B)

Kenaikan harga kendaraan juga diperparah oleh suku bunga pinjaman yang terus merangkak naik, di mana pada kuartal pertama 2026 tercatat sebesar 6,9 persen. Bagi konsumen dengan skor kredit rendah di bawah 580, bunganya bahkan bisa mencapai 18 persen. Sebagai ilustrasi, jika seseorang mengambil pinjaman untuk mobil seharga 30.000 dolar AS dengan tenor enam tahun, beban bunga tambahan yang harus dibayar bisa mencapai 14.000 dolar AS.

Sebagai solusi jangka pendek, banyak konsumen akhirnya memilih tenor cicilan yang lebih lama untuk memperkecil jumlah bayaran bulanan. Laporan dari The Century Foundation and Protect Borrowers mencatat sebanyak 22,9 persen pembeli mobil baru pada awal 2026 mengambil cicilan selama tujuh tahun ke atas. Namun, Ivan Drury memperingatkan adanya risiko besar di balik pilihan ini, karena total uang yang dikeluarkan konsumen pada akhirnya akan jauh lebih besar dibandingkan harga asli mobil tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team