Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Alasan Harga Dexlite Lebih Mahal dari Pertamax?
Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/Ekaterina Belinskaya)
  • Dexlite lebih mahal karena proses penyulingan dan formulasi aditifnya jauh lebih kompleks, memerlukan teknologi tinggi serta biaya riset besar untuk menjaga performa mesin diesel tetap stabil.
  • Standar rendah sulfur pada dexlite menuntut proses desulfurasi mahal dan energi besar, demi memenuhi regulasi emisi global serta melindungi komponen injektor kendaraan modern.
  • Perbedaan harga juga dipengaruhi skema subsidi pemerintah dan segmentasi pasar; pertamax disubsidi untuk pengguna pribadi, sedangkan dexlite ditujukan bagi sektor industri dan transportasi berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga bensin dexlite lebih mahal dari pertamax. Dexlite buat mobil diesel dan butuh mesin pabrik yang rumit untuk dibuat. Di dalamnya ada zat khusus supaya mesin tetap bersih dan tidak rusak. Dexlite juga harus punya belerang sedikit biar udara tidak kotor. Pemerintah kasih aturan dan bantuan beda, jadi harganya jadi lebih tinggi sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi sebagian besar pemilik kendaraan, membandingkan label harga di papan SPBU sering kali memunculkan tanda tanya yang besar. Fenomena unik yang cukup sering menarik perhatian adalah posisi harga komoditas dexlite yang dipatok lebih tinggi daripada produk pertamax.

Secara sekilas, pertamax yang ditujukan untuk mesin bensin performa tinggi sering dianggap sebagai bahan bakar kasta atas. Namun, jika diteliti dari sisi rantai produksi dan karakteristik kimiawi, terdapat alasan logis mengapa bahan bakar mesin diesel nonsubsidi tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

1. Kompleksitas proses penyulingan minyak bumi dan formulasi zat aditif

Illustrasi mengisi bensin mobil (pexels.com/Engin Akyurt)

Proses pengolahan minyak mentah di dalam kilang untuk menghasilkan bahan bakar diesel berkualitas tinggi membutuhkan tahapan yang jauh lebih rumit. Struktur rantai karbon pada dexlite cenderung lebih panjang dan berat, sehingga memerlukan teknologi pemurnian ekstra agar menghasilkan performa yang stabil.

Selain faktor penyulingan, dexlite juga dibekali dengan paket zat aditif khusus yang bertugas menjaga kebersihan ruang bakar secara intensif. Penambahan formula pembersih dan zat antipembusukan ini membutuhkan biaya riset serta produksi yang tinggi, yang pada akhirnya dibebankan pada harga jual per liter di pasar konsumen.

2. Standar pembersihan kadar sulfur untuk menjaga kelestarian lingkungan

ilustrasi isi bensin di SPBU (pexels.com/Engin Akyurt)

Faktor lingkungan dan regulasi emisi gas buang global turut memegang peranan penting dalam menentukan struktur biaya produksi bahan bakar diesel. Dexlite dirancang secara khusus untuk menekan kandungan belerang atau sulfur agar berada di bawah ambang batas yang sangat ketat.

Proses penghilangan sulfur dari minyak bumi atau desulfurasi membutuhkan investasi mesin kilang yang sangat mahal serta konsumsi energi yang masif di fasilitas pengolahan. Rendahnya kadar sulfur ini sangat penting untuk menjaga keawetan komponen injektor modern, sekaligus membuat harga produksinya melambung tinggi melampaui pertamax.

3. Skema subsidi pemerintah dan dinamika permintaan industri transportasi

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Perbedaan harga yang mencolok ini juga tidak terlepas dari kebijakan tata niaga dan skema pemberian subsidi energi dari pemerintah setempat. Pertamax merupakan bahan bakar bensin yang pangsa pasarnya didominasi oleh pengguna kendaraan pribadi harian kelas menengah untuk kebutuhan transportasi ringan.

Sementara itu, dexlite masuk ke dalam kategori bahan bakar komersial harian yang banyak diserap oleh sektor industri otomotif, logistik, dan angkutan barang. Perbedaan target pasar ini membuat formulasi insentif dan perhitungan pajak di antara kedua jenis bahan bakar tersebut menjadi tidak sama, sehingga menciptakan selisih harga di lapangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article