Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Salah Isi, Ini Perbedaan Mendasar Permina Dex dan Dexlite
Illustrasi mengisi bensin mobil (pexels.com/Engin Akyurt)
  • Permina Dex dan Dexlite sama-sama bahan bakar diesel nonsubsidi, namun memiliki perbedaan signifikan dalam spesifikasi teknis, formula kimia, serta peruntukannya.
  • Dexlite memiliki angka setana minimum 51 dan kadar sulfur maksimal 1.200 ppm, sedangkan Permina Dex lebih unggul dengan angka setana 53 dan sulfur hanya 300 ppm.
  • Dexlite cocok untuk kendaraan diesel harian yang efisien secara biaya, sementara Permina Dex ditujukan bagi mobil diesel modern berteknologi common rail dengan standar emisi tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua jenis solar buat mobil diesel, namanya Dexlite dan Permina Dex. Dexlite dipakai buat mobil biasa karena lebih hemat. Permina Dex dipakai buat mobil mahal yang mesinnya canggih. Permina Dex bikin mesin nyala lebih cepat dan halus karena lebih bersih dan sedikit belerang. Jadi orang harus pilih yang pas biar mesin nggak rusak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemilik kendaraan bermesin diesel masa kini dituntut untuk lebih jeli dalam memilih jenis bahan bakar yang akan dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan. Kesalahan dalam memilih jenis pasokan energi dapat berdampak buruk pada performa ruang bakar serta memperpendek usia pakai komponen sistem injeksi yang sensitif.

Di pasar domestik, terdapat dua jenis varian bahan bakar diesel nonsubsidi yang sering kali membingungkan masyarakat, yaitu permina dex dan dexlite. Meskipun sama-sama ditujukan untuk mesin pemantik kompresi modern, kedua produk ini memiliki spesifikasi teknis, formula kimia, serta peruntukan yang sangat berbeda.

1. Perbedaan nilai angka setana dan kecepatan proses pembakaran mesin

Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/Ekaterina Belinskaya)

Indikator utama yang menjadi pembeda paling mencolok antara kedua jenis bahan bakar ini terletak pada nilai angka setana atau cetane number. Dexlite dirancang dengan nilai angka setana minimum sebesar 51, yang menjadikannya sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan mobilitas kendaraan diesel standar harian.

Sementara itu, permina dex mengusung spesifikasi yang jauh lebih tinggi dengan kandungan angka setana minimum mencapai 53. Tingginya nilai angka setana pada permina dex ini membuat proses penyalaan api di dalam ruang silinder berlangsung jauh lebih cepat, responsif, sekaligus menghasilkan getaran mesin yang lebih halus.

2. Kandungan kadar sulfur dan tingkat perlindungan masa pakai injektor

ilustrasi isi bensin di SPBU (pexels.com/Engin Akyurt)

Faktor krusial berikutnya yang membedakan kedua cairan ini adalah tingkat kebersihan dari kandungan belerang atau sulfur yang terkandung di dalamnya. Dexlite dibekali dengan batasan maksimal kadar sulfur sebesar 1.200 bagian per sejuta, sebuah angka yang masih aman untuk menjaga keandalan mesin diesel generasi menengah.

Di sisi lain, permina dex menawarkan tingkat kemurnian yang jauh lebih superior karena hanya memiliki kandungan sulfur maksimal sebesar 300 bagian per sejuta. Rendahnya kadar belerang pada permina dex sangat efektif untuk mencegah timbulnya sumbatan pada lubang mikro injektor serta memperkecil risiko karat pada sistem pembuangan.

3. Kesesuaian teknologi sistem pasokan bahan bakar dan efisiensi biaya

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Penentuan pilihan antara kedua bahan bakar ini harus disesuaikan dengan rekomendasi sistem penggerak yang tertulis pada buku manual kendaraan. Dexlite umumnya menjadi pilihan favorit bagi kendaraan niaga, truk ringan, atau mobil keluarga yang mengutamakan keseimbangan antara performa cukup dan efisiensi biaya operasional.

Namun, untuk mobil diesel modern kelas atas yang sudah mengadopsi teknologi common rail tingkat lanjut dengan standar emisi tinggi, permina dex adalah kebutuhan mutlak. Penggunaan permina dex pada mesin canggih akan memastikan seluruh sensor emisi bekerja optimal dan mencegah pengendapan kerak yang bisa merusak pompa tekanan tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article