Gelombang mobil listrik (EV) di tanah air kian tak terbendung, selaras dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan efisiensi biaya operasional dan isu keberlanjutan. Kendati demikian, kekhawatiran mengenai masa pakai baterai—yang notabene merupakan komponen paling bernilai pada sebuah EV—masih menjadi momok utama serta bahan perdebatan sengit di kalangan calon konsumen.
Pertanyaan mendasar yang kerap muncul di meja redaksi adalah variabel mana yang paling bertanggung jawab atas penurunan State of Health (SoH) baterai: intensitas jarak tempuh atau murni faktor usia kendaraan secara kronologis. Membedah dinamika degradasi ini secara ilmiah sangat krusial guna memberikan edukasi yang tepat bagi para pemilik EV agar tidak dihantui kecemasan berlebih terkait penurunan performa.
