Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Suzuki Ertiga Hybrid Cruise (suzuki.co.id)
Suzuki Ertiga Hybrid Cruise (suzuki.co.id)

Intinya sih...

  • Beban biaya penggantian baterai yang fantastisMasa pakai baterai terbatas, biaya penggantian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, dan nilai jual kembali mobil merosot tajam.

  • Kompleksitas sistem yang meningkatkan biaya perawatanSistem penggerak ganda membutuhkan bengkel resmi dan suku cadang mahal serta sulit ditemukan di pasar pihak ketiga.

  • Efisiensi yang sangat bergantung pada gaya berkendaraPerforma maksimal hanya dalam kondisi lalu lintas kota padat, sedangkan pada kecepatan tinggi konsumsi bahan bakar bisa lebih boros daripada mobil bensin murni.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tren kendaraan ramah lingkungan kini sedang memuncak, menempatkan mobil hybrid sebagai pilihan transisi paling realistis sebelum beralih ke kendaraan listrik murni. Gabungan antara mesin bensin tradisional dan motor listrik menawarkan janji manis berupa efisiensi bahan bakar yang luar biasa serta emisi yang lebih rendah.

Namun, di balik narasi penghematan dan kecanggihan teknologi, terdapat berbagai aspek yang jarang dibahas secara terbuka oleh tenaga penjual. Memahami risiko dan biaya tersembunyi sangat penting agar keputusan pembelian tidak berujung pada penyesalan jangka panjang akibat ekspektasi yang tidak selaras dengan realitas operasional.

1. Beban biaya penggantian baterai yang fantastis

ilustrasi mesin mobil hybrid (auto2000.co.id)

Jebakan pertama yang sering kali terlupakan adalah masa pakai baterai. Meskipun produsen biasanya memberikan garansi yang cukup panjang, baterai mobil hybrid tetap memiliki usia pakai terbatas yang akan menurun kapasitasnya seiring waktu. Ketika masa garansi berakhir dan performa baterai mulai merosot, biaya penggantian bisa mencapai angka puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Situasi ini menciptakan dilema ekonomi yang berat. Sering kali, nilai jual kembali mobil hybrid yang sudah berumur akan merosot tajam karena calon pembeli kedua merasa khawatir dengan potensi biaya penggantian baterai tersebut. Keuntungan dari efisiensi bahan bakar yang dikumpulkan selama bertahun-tahun bisa seketika habis hanya untuk membeli satu unit baterai baru.

2. Kompleksitas sistem yang meningkatkan biaya perawatan

Ilustrasi mobil hybrid (pexels.com/Gustavo Fring)

Mobil hybrid memiliki dua sistem penggerak yang bekerja secara bersamaan, yaitu mesin pembakaran internal (ICE) dan sistem elektrikal motor serta baterai. Hal ini berarti terdapat lebih banyak komponen yang berisiko mengalami kerusakan dibandingkan mobil konvensional. Kompleksitas ini membuat pemilik tidak bisa sembarangan membawa kendaraan ke bengkel umum untuk melakukan perbaikan berat.

Ketergantungan pada bengkel resmi menjadi sangat tinggi karena membutuhkan peralatan diagnosa khusus dan teknisi bersertifikasi tinggi. Selain itu, suku cadang untuk sistem hybrid sering kali lebih mahal dan sulit ditemukan di pasar pihak ketiga. Jika terjadi kerusakan pada sistem kontrol daya atau inverter, biaya perbaikan akan jauh melampaui biaya perawatan rutin mobil bermesin bensin biasa.

3. Efisiensi yang sangat bergantung pada gaya berkendara

ilustrasi kecanggihan fitur mobil hybrid (unsplash.com/JonasLeupe)

Banyak pembeli terjebak dengan angka konsumsi bahan bakar yang tertera di brosur tanpa memahami bahwa efisiensi tersebut bersifat kondisional. Mobil hybrid mencapai performa maksimalnya dalam kondisi lalu lintas kota yang padat atau stop-and-go, di mana sistem regeneratif dapat mengisi ulang baterai secara optimal. Namun, ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh di jalan tol dengan kecepatan tinggi secara konstan, keunggulan hybrid hampir sirna.

Pada kecepatan tinggi, mesin bensin akan bekerja sendirian sambil memikul beban tambahan berupa berat baterai dan motor listrik yang cukup masif. Akibatnya, konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih boros daripada mobil bensin murni yang memiliki bobot lebih ringan. Tanpa pemahaman mendalam mengenai teknik berkendara yang tepat, angka efisiensi yang diimpikan mungkin tidak akan pernah tercapai dalam penggunaan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team