Setiap roda kendaraan berputar di atas aspal, terjadi sebuah proses erosi mikro yang nyaris tidak terlihat oleh mata telanjang. Gesekan antara permukaan ban dan tekstur jalan yang kasar secara perlahan mengikis lapisan polimer karet, meninggalkan jejak hitam yang semakin menipiskan ketebalan ban seiring bertambahnya jarak tempuh kendaraan.
Fenomena ini sering kali hanya dianggap sebagai biaya perawatan rutin saat harus mengganti ban yang sudah botak tanpa memikirkan nasib partikel yang hilang tersebut. Padahal, jutaan ton material ban yang terkikis setiap tahunnya tidak lenyap begitu saja ke dalam kehampaan, melainkan berpindah tempat dan menjadi bagian dari siklus lingkungan yang kompleks di sekitar jalan raya.
