Interior mobil dengan material soft touch sering kali menjadi standar kemewahan yang membedakan kendaraan kelas atas dengan model ekonomis. Sentuhan empuk dan tekstur yang menyerupai kulit memberikan sensasi premium serta peredaman suara yang lebih baik di dalam kabin, menciptakan suasana berkendara yang jauh lebih eksklusif dan nyaman.
Namun, di balik estetika yang menawan tersebut, material ini menyimpan tantangan tersendiri dalam hal ketahanan jangka panjang. Banyak pemilik kendaraan yang baru menyadari bahwa panel soft touch jauh lebih rentan terhadap kerusakan dibandingkan material plastik keras, terutama jika sering terpapar kondisi lingkungan yang ekstrem atau perawatan yang tidak tepat.
