Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kembalinya Sang Legenda: Jeep Siap Diproduksi Lagi ke China
Ilustrasi Jeep (jeep-id.com)
  • Stellantis resmi menghidupkan kembali produksi Jeep di Tiongkok lewat kemitraan strategis dengan Dongfeng Group, fokus pada kendaraan listrik dan ekspor global.
  • Proyek senilai lebih dari 8 miliar yuan ini akan memproduksi empat model NEV di pabrik Wuhan mulai 2027, termasuk dua model off-road bermerek Jeep.
  • Kolaborasi ini menyatukan teknologi EV mutakhir Stellantis dan keunggulan manufaktur Dongfeng untuk mempercepat transisi energi baru serta memperkuat posisi global DPCA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa otomotif global Stellantis secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali lini produksi merek ikonis mereka, Jeep, di pasar Tiongkok. Melalui kemitraan baru yang ambisius, pabrikan ini siap memasuki era elektrifikasi secara penuh guna menyasar pasar domestik maupun kebutuhan ekspor global.

Langkah berani ini menandai babak baru bagi Jeep setelah sempat menghentikan aktivitas perakitan lokalnya di negara tersebut beberapa tahun lalu. Dengan dukungan investasi yang masif, proyek ini diharapkan mampu mengubah peta persaingan kendaraan ramah lingkungan di segmen pasar mobil off-road.

1. Investasi jumbo demi kebangkitan lini produk masa depan

ilustrasi Jeep Wrangler (jeep-id.com)

Berdasarkan laporan resmi dari carnewschina.com, Stellantis telah menandatangani kerja sama strategis dengan Dongfeng Group untuk memperluas produksi kendaraan energi baru (NEV). Proyek ambisius yang berpusat di pabrik Wuhan ini membawa total investasi gabungan yang sangat besar, yakni mencapai lebih dari 8 miliar yuan atau setara dengan 1,18 miliar dolar AS, di mana Stellantis akan berkontribusi sebesar 130 million euro.

Melalui kerja sama di bawah payung Dongfeng Peugeot Citroën Automobile (DPCA) ini, fasilitas produksi di Wuhan dijadwalkan untuk merakit empat model kendaraan ramah lingkungan mulai tahun 2027. Lini produksi tersebut mencakup dua model NEV baru bermerek Peugeot serta dua model NEV off-road tangguh bermerek Jeep yang difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor global.

2. Strategi manufaktur lokal demi menembus pasar global

desain Jeep Wrangler Rubicon (jeep-id.com)

Kembalinya Jeep ke jalur produksi lokal Tiongkok menjadi sorotan utama setelah putusnya hubungan kerja sama antara GAC dan Stellantis pada tahun 2022. Dalam proyek terbaru ini, para pabrikan asing tampaknya kian gencar memanfaatkan ekosistem serta keunggulan teknologi otomotif Tiongkok demi memangkas biaya riset dan mempercepat proses pengembangan kendaraan listrik mereka.

Mengenai arah kebijakan dari proyek besar di Wuhan ini, General Manager DPCA, Lu Haitao, menegaskan bahwa produk NEV masa depan mereka sengaja dirancang sebagai model global. Terkait visi tersebut, Lu Haitao menjelaskan bahwa perusahaan saat ini tengah menerapkan strategi "Produksi di Tiongkok, penjualan untuk global" guna memaksimalkan potensi pasar ekspor yang luas.

3. Sinergi teknologi demi mempercepat transisi energi baru

ilustrasi interior Jeep Wrangler (jeep-id.com)

Kemitraan ini mencerminkan tren industri otomotif modern di mana raksasa Barat saling bahu-benda dengan produsen Tiongkok untuk melahirkan produk yang kompetitif. Menanggapi kerja sama ini, CEO Stellantis, Antonio Filosa, menyatakan bahwa proyek ini akan menggabungkan "Teknologi EV mutakhir" dengan kekuatan merek global yang dimiliki oleh grupnya.

Di sisi lain, Chairman Dongfeng, Yang Qing, optimistis bahwa kerja sama ini akan mendukung transformasi total operasional DPCA di Wuhan yang sempat mengalami penurunan penjualan dari puncaknya pada tahun 2015. Proyek ini juga mendapatkan dukungan finansial yang kuat dari entitas investasi pemerintah daerah Hubei dan kota Wuhan, yang melihat adanya potensi besar dalam restrukturisasi industri otomotif menuju era elektrifikasi masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team