Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi kendaraan yang dipakai saat musim hujan.
Ilustrasi kendaraan yang dipakai saat musim hujan. (freepik.com/jcomp)

Intinya sih...

  • ABS dan ESC mencegah tergelincir di jalan basah

  • Rain sensor, wiper otomatis, dan defogger menjaga visibilitas saat hujan deras

  • Lampu otomatis dan fog lamp memberikan penerangan optimal di tengah hujan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Musim hujan kerap meningkatkan risiko berkendara, terutama akibat jalan licin dan jarak pandang yang menurun. Dalam kondisi seperti ini, peran teknologi keselamatan pada mobil menjadi semakin penting untuk menjaga stabilitas kendaraan sekaligus melindungi pengemudi dan penumpang.

Untungnya, pabrikan sudah menyuntik mobil-mobil produksinya dengan berbagai fitur penunjang keselamatan, termasuk saat berkendara di musim hujan.

1. Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Stability Control (ESC)

Ilustrasi kampas rem mobil (freepik.com/peoplecreations)

Sistem pengereman dan kestabilan menjadi fondasi keselamatan utama saat melaju di jalan basah. Anti-lock Braking System (ABS) mencegah roda terkunci ketika pengemudi melakukan pengereman mendadak, sehingga arah kendaraan tetap dapat dikendalikan.

Sementara itu, Electronic Stability Control (ESC) bekerja menjaga keseimbangan mobil saat bermanuver. Ketika sensor mendeteksi gejala selip atau kehilangan traksi, sistem akan mengoreksi putaran roda dan arah kendaraan secara otomatis. Kombinasi kedua fitur ini sangat efektif menekan risiko tergelincir di permukaan licin.

2. Rain sensor, wiper otomatis, dan defogger

ilustrasi wiper mobil (pexels.com/Lucas Pezeta)

Visibilitas menjadi tantangan terbesar saat hujan deras. Rain sensor memungkinkan wiper bekerja otomatis sesuai intensitas hujan, menjaga kaca depan tetap bersih tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi. Meskipun, kebanyakan fitur rain sensor ini hanya tersedia di mobil-mobil premium saja.

Di sisi lain, defogger kaca depan dan belakang berperan menghilangkan embun akibat perbedaan suhu dan kelembapan. Dengan jarak pandang yang tetap terjaga, pengemudi dapat membaca kondisi jalan dan lalu lintas dengan lebih akurat.

3. Lampu otomatis dan fog lamp

ilustrasi 5 tips simpel membersihkan lampu mobil yang menguning (pexels.com/aleksandar)

Penerangan yang optimal sangat penting di tengah hujan dan langit mendung. Lampu otomatis memastikan pencahayaan langsung aktif saat kondisi gelap, sementara fog lamp atau lampu kabut membantu menerangi permukaan jalan tanpa pantulan berlebihan dari tetesan air hujan.

Kemudian, fog lamp yang biasanya punya warna sinar kekuningan tersebut lebih mudah terlihat dan dapat menembus kabut atau hujan deras, yang membuatnya sekaligus jadi penanda bagi pengendara lain dari arah berlawanan.

Selain itu, Hill Start Assist mencegah mobil mundur saat berhenti di tanjakan licin, sedangkan sensor parkir dan kamera membantu proses manuver tetap aman meski pandangan terbatas.

Keberadaan fitur-fitur tersebut membuktikan bahwa mobil modern telah dirancang untuk menghadapi tantangan musim hujan.

Namun, teknologi tetap perlu didukung oleh kewaspadaan dan teknik mengemudi yang tepat. Dengan memanfaatkan fitur keselamatan secara optimal, risiko berkendara di tengah hujan dapat ditekan sekaligus menjaga kenyamanan perjalanan.

Editorial Team