Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Ada Suara Dengung Mengikuti Putaran Mesin Mobil?
ilustrasi mengecek mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Suara dengung yang mengikuti putaran mesin biasanya berasal dari kerusakan diode penyearah arus di alternator, menyebabkan arus listrik tidak stabil dan menimbulkan getaran frekuensi tinggi.
  • Kerusakan diode membuat induksi magnetik dalam alternator menjadi tidak seimbang, sehingga resonansi suara meningkat seiring naiknya rpm mesin melalui hubungan sabuk penggerak.
  • Deteksi dini penting dilakukan lewat pemeriksaan voltase atau gangguan radio, karena menunda perbaikan bisa merusak aki dan modul komputer mobil akibat fluktuasi arus berlebih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada mobil yang bunyinya berdengung keras saat mesinnya jalan. Suaranya makin kencang kalau gasnya diinjak. Ternyata ada alat di mobil namanya alternator yang rusak. Bagian kecil di dalamnya, diode, tidak bisa bekerja baik. Kalau dibiarkan, listrik mobil bisa rusak dan aki cepat habis, jadi harus segera diperbaiki di bengkel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kenyamanan berkendara di dalam kabin mobil sering kali terganggu oleh munculnya berbagai macam bunyi asing yang tidak biasa dari ruang mesin. Salah satu jenis bunyi yang paling mencolok dan mengganggu adalah suara mendengung tinggi yang menyerupai suara sirine atau komponen elektrikal yang sedang terbebani berat.

Karakteristik unik dari gangguan ini adalah intensitas suaranya yang sangat dinamis dan berubah-ubah mengikuti injakan pedal gas kendaraan. Semakin tinggi putaran mesin atau rpm mobil dinaikkan, maka volume suara dengungan tersebut akan terdengar semakin nyaring dan kencang dari arah kap depan.

1. Kegagalan fungsi komponen diode penyearah arus di dalam alternator

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Sumber utama dari kemunculan suara dengung yang sinkron dengan putaran mesin ini umumnya berakar pada kerusakan komponen alternator atau generator listrik mobil. Di dalam unit alternator, terdapat rangkaian komponen elektronik kecil yang sangat krusial yang dikenal dengan nama diode penyearah arus. Komponen ini memiliki tugas vital untuk mengubah arus bolak-balik atau alternating current yang dihasilkan oleh putaran alternator menjadi arus searah atau direct current.

Ketika satu atau beberapa buah diode di dalam rangkaian tersebut mengalami kerusakan, putus, atau mengalami kebocoran, maka proses penyearahan arus listrik menjadi tidak sempurna. Kegagalan ini menyebabkan sebagian arus bolak-balik lolos ke dalam sistem kelistrikan kendaraan dan menciptakan ketidakstabilan aliran daya. Ketidakstabilan arus elektrikal inilah yang memicu terjadinya getaran frekuensi tinggi pada kumparan kawat tembaga alternator, yang kemudian terdengar sebagai suara dengungan di kolong kap mesin.

2. Induksi magnetik yang tidak stabil

ilustrasi mesin mobil Subaru STI (unsplash.com/Nathan Marquardt)

Kerusakan pada sektor diode penyearah secara otomatis akan mengacaukan regulasi medan magnet yang terbentuk di dalam stator dan rotor alternator. Medan magnet yang seharusnya berputar dengan halus dan konstan kini mengalami lonjakan riak gelombang elektrikal yang kasar. Hukum fisika elektromagnetik menyebabkan hambatan mekanis pada poros alternator menjadi tidak seimbang saat berputar menembus medan magnet yang cacat tersebut.

Hubungan langsung antara poros alternator dengan putaran mesin melalui perantara sabuk penggerak atau v-belt menjadi alasan mengapa suara dengung ini sangat sensitif terhadap pedal gas. Saat kecepatan putaran mesin meningkat, poros alternator dipaksa berputar jauh lebih cepat sehingga frekuensi riak gelombang magnetik yang cacat juga akan semakin meninggi. Akibatnya, induksi magnetik yang tidak stabil tersebut menghasilkan resonansi suara mendengung yang intensitasnya semakin melengking tinggi seiring dengan naiknya rpm mesin.

3. Langkah deteksi dini dan risiko menunda perbaikan generator listrik

Ilustrasi Mesin Mobil Tetap Awet Muda (pexels.com/Jose Richardo)

Melakukan deteksi dini terhadap gejala alternator yang mendengung ini sangat penting dilakukan sebelum sistem kelistrikan kendaraan mengalami kelumpuhan total. Cara mendeteksi yang paling mudah adalah dengan menyalakan sistem radio mobil, karena gangguan arus akibat diode rusak biasanya akan memicu suara desis induksi pada pelantang suara. Pemeriksaan lebih akurat dapat dilakukan di bengkel menggunakan alat osiloskop atau multimeter untuk mengukur stabilitas voltase pengisian aki saat mesin diberi beban lampu dan ac.

Membiarkan alternator yang rusak ini tetap beroperasi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan pasokan listrik ke aki menjadi tekor atau justru mengalami kelebihan tegangan. Aki mobil akan cepat soak, dan dalam jangka panjang, fluktuasi arus yang kasar tersebut dapat merusak modul komputer mobil yang harganya sangat mahal. Oleh karena itu, melakukan perbaikan berupa penggantian rangkaian diode yang rusak atau mengganti unit alternator secara utuh adalah langkah mutlak demi menjamin keamanan perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article