Kaca spion merupakan indra tambahan yang krusial bagi keselamatan berkendara, namun kinerjanya sering kali lumpuh saat hujan turun. Tetesan air yang menempel kuat pada permukaannya menciptakan distorsi visual yang membahayakan, terutama saat harus berpindah jalur atau memantau pergerakan kendaraan lain di area titik buta.
Fenomena air yang seolah "terperangkap" pada permukaan kaca ini bukanlah tanpa alasan ilmiah yang logis. Interaksi antara molekul air dengan material kaca menciptakan sebuah kondisi fisik yang membuat butiran hujan enggan mengalir turun, meskipun kendaraan sedang melaju dalam kecepatan tertentu di jalan raya.
