Kondisi jalanan setelah hujan seringkali dianggap remeh oleh sebagian besar pengemudi, padahal permukaan aspal yang basah secara signifikan mengubah dinamika mekanis antara ban dan permukaan jalan. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga sangat memengaruhi kemampuan mesin dalam menyalurkan tenaga secara efisien ke permukaan tanah melalui sistem penggerak.
Ketika genangan air tipis menyelimuti jalan, koefisien gesek akan menurun drastis sehingga distribusi tenaga dari mesin tidak lagi terserap sepenuhnya oleh aspal. Akibatnya, potensi torsi maksimal yang seharusnya mendorong mobil maju justru terbuang sia-sia dalam bentuk putaran roda yang tidak terkendali, atau yang lebih dikenal dengan istilah wheelspin.
