Bunyi berdecit saat belok merupakan masalah yang sering terjadi, khususnya pada ban depan. Tentunya, bunyi berdecit tak tiba-tiba muncul. Sebaliknya ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Di bawah ini beberapa penyebab ban mobil berdecit saat belok:
Fungsi CVT adalah menyalurkan tenaga dari mesin ke roda dengan fleksibilitas yang tinggi. Jika rusak akan terjadi kebocoran grease dan gesekan berlebih akan muncul bunyi “klik-klik” di roda depan, terutama saat belok.
Jika aus atau rusak, tekanan pada bearing road akan semakin berat. Akhirnya, ban akan berdecit ketika mobil berbelok. Biasanya suaranya sangat keras di ban depan.
Ball joint dan tie road punya fungsi penting bagi ban depan dan kemudi. Maka dari itu, saat terjadi masalah kemudi akan sulit dikendalikan dan ban jadi berdecit. Jika dibiarkan kamu akan kesulitan mengendalikan mobil.
Kerusakan suspensi mencakup banyak aspek, seperti shockbecker lemah hingga bushing retak. Tak hanya membuat ban berdecit, kerusakan suspensi akan membuat mobil kurang nyaman.
Pelumasan sangat penting karena menghindari gesekan berlebih dan mampu merawat mesin. Jika kurang pelumasan, tekanan mesin akan bertambah, suara berdecit muncul, dan mobil kurang prima. Jadi, lakukan pelumasan secara rutin, ya.
Ketidaksejajaran roda membuat salah satu ban tidak menyentuh jalan dengan sempurna. Alhasil, decitan akan muncul saat berbelok. Hal tersebut tak hanya mengganggu, tapi juga berbahaya pagi penumpang dan pengemudi.
Saat mengemudi, hindari mengerem mendadak dan memacu kendaraan terlalu cepat di tikungan. Selain menimbulkan decitan, kebiasaan tersebut akan merusak mobil. Jika apes, kamu jika bisa mengalami kecelakaan.