Fenomena hilangnya daya baterai pada mobil listrik yang terparkir lama sering kali memicu kebingungan di kalangan pemilik kendaraan modern. Meskipun motor penggerak tidak berputar dan sistem hiburan dalam keadaan mati, indikator persentase baterai sering kali menunjukkan penurunan yang signifikan setelah beberapa hari atau minggu ditinggalkan di garasi.
Kondisi ini bukanlah sebuah kerusakan mekanis, melainkan karakteristik alami dari teknologi penyimpanan energi berbasis litium-ion yang digunakan saat ini. Memahami mekanisme di balik penyusutan daya secara mandiri menjadi sangat penting agar performa jangka panjang baterai tetap terjaga dan kendaraan selalu siap digunakan dalam kondisi darurat.
