Pasar otomotif Indonesia memiliki standar visual yang sangat spesifik dan sering kali menjadi penentu utama keberhasilan sebuah merek sebelum konsumen menilik spesifikasi mesin. Meskipun India telah menjelma menjadi salah satu basis produksi otomotif terbesar di dunia, banyak produk kendaraan yang lahir dari sana mengalami penolakan halus atau sulit diterima oleh selera masyarakat di tanah air.
Ketimpangan selera ini menciptakan jurang yang lebar bagi pabrikan yang mencoba melakukan ekspansi tanpa melakukan penyesuaian desain yang radikal. Mobil yang dianggap praktis dan gagah di jalanan New Delhi sering kali dipandang aneh atau tidak proporsional saat bersanding dengan kendaraan yang mendominasi jalanan Jakarta, menunjukkan adanya perbedaan budaya visual yang sangat kontras antara kedua bangsa.
