Suhu udara yang menyengat di jalan raya sering kali menjadi katalisator utama bagi munculnya perilaku agresif di balik kemudi. Fenomena ini bukan sekadar perasaan tidak nyaman biasa, melainkan sebuah respons biologis dan psikologis yang kompleks ketika tubuh manusia dipaksa beradaptasi dengan panas ekstrem dalam situasi yang penuh tekanan seperti kemacetan.
Ketidaksabaran, klakson yang berulang kali dibunyikan, hingga konfrontasi antarpengemudi menjadi pemandangan yang lebih umum terjadi saat matahari berada pada puncaknya. Memahami alasan medis dan perilaku di balik mudahnya seseorang terbakar emosi saat cuaca panas sangat penting guna menjaga keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lainnya selama perjalanan.
