Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Indikator BBM Kadang Tidak Akurat?
ilustrasi indikator mesin mobil (pexels.com/Yakup Polat)
  • Indikator BBM bisa tampak tidak akurat karena sistem pengukuran tidak selalu presisi dan dipengaruhi kondisi kendaraan serta lingkungan.
  • Faktor seperti posisi mobil, pergerakan bahan bakar, bentuk tangki, hingga keausan sensor dapat membuat pembacaan indikator berubah-ubah.
  • Pengendara disarankan tidak sepenuhnya bergantung pada indikator, tetapi juga memperkirakan jarak tempuh dan konsumsi BBM agar tidak kehabisan bahan bakar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Indikator BBM sering dianggap sebagai acuan pasti untuk mengetahui sisa bahan bakar. Namun, banyak pengendara pernah mengalami kondisi di mana jarum atau angka terasa tidak akurat. Kadang masih menunjukkan setengah, tapi tiba-tiba cepat turun, atau sebaliknya.

Hal ini sebenarnya cukup wajar terjadi. Sistem pengukuran BBM tidak selalu memberikan angka yang benar-benar presisi setiap saat. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi pembacaan indikator tersebut.

1. Posisi kendaraan yang tidak rata

ilustrasi indikator motor (pexels.com/Markus Winkler)

Sensor BBM membaca ketinggian bahan bakar di dalam tangki. Jika mobil berada di jalan miring atau tidak rata, posisi bahan bakar ikut berubah. Ini membuat pembacaan bisa terlihat berbeda.

Misalnya saat parkir di tanjakan atau turunan. Indikator bisa naik atau turun sementara. Setelah kembali di jalan datar, biasanya akan kembali normal.

2. Pergerakan bahan bakar di dalam tangki

ilustrasi mobil di tanjakan (pexels.com/Ferencs Itsvan)

Saat mobil berjalan, bahan bakar di dalam tangki tidak diam. Ia akan bergerak mengikuti akselerasi, pengereman, dan belokan.

Pergerakan ini bisa membuat sensor membaca level yang berubah-ubah. Terutama saat tangki hampir kosong. Inilah yang membuat indikator terlihat tidak stabil.

3. Karakter desain tangki

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Eric Mclean)

Bentuk tangki BBM tidak selalu simetris atau sederhana. Banyak tangki didesain mengikuti ruang di bawah mobil. Ini membuat distribusi bahan bakar tidak merata.

Akibatnya, pembacaan indikator tidak selalu linear. Kadang setengah tangki terasa lama turunnya, lalu cepat habis di bagian akhir. Ini normal secara desain.

4. Sensor atau pelampung mulai aus

ilustrasi mobil kehujanan (pexels.com/Erik Mclean)

Indikator BBM bekerja dengan bantuan pelampung dan sensor. Seiring waktu, komponen ini bisa mengalami keausan atau kotor.

Jika sudah tidak presisi, pembacaan bisa melenceng. Kadang menunjukkan lebih banyak atau lebih sedikit dari kondisi sebenarnya. Ini perlu dicek jika sudah sering terjadi.

5. Sistem digital dan kalibrasi

ilustrasi mobil (pexels.com/Mike Bird)

Pada mobil modern, indikator BBM diolah oleh sistem elektronik. Data dari sensor diinterpretasikan oleh ECU sebelum ditampilkan.

Jika ada gangguan atau kalibrasi kurang tepat, hasilnya bisa tidak akurat. Meskipun jarang, hal ini tetap bisa terjadi. Biasanya perlu pengecekan lebih lanjut.

Indikator BBM yang tidak selalu akurat adalah hal yang wajar dalam batas tertentu. Banyak faktor yang memengaruhi pembacaannya, baik dari kondisi jalan maupun komponen kendaraan.

Yang penting, jangan terlalu bergantung pada satu indikator saja. Biasakan memperkirakan jarak tempuh dan konsumsi BBM. Dengan begitu, risiko kehabisan bahan bakar bisa dihindari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team