Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Kondisi mesin yang bekerja secara tidak harmonis atau sering disebut dengan istilah mesin pincang merupakan masalah mekanis yang cukup mengganggu kenyamanan berkendara. Fenomena ini biasanya ditandai dengan getaran hebat yang merambat hingga ke kabin dan suara mesin yang tidak rata, terutama saat mobil berada dalam posisi diam atau stasioner.

Mesin pincang terjadi karena adanya ketidakseimbangan proses pembakaran di dalam silinder, di mana salah satu atau lebih silinder tidak berfungsi secara optimal. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini tidak hanya merusak kenyamanan tetapi juga berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada komponen internal mesin dan menurunkan efisiensi bahan bakar secara drastis.

1. Mengenali gejala umum saat mesin mulai tidak stabil

ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Gejala yang paling mudah dirasakan adalah adanya guncangan ritmis yang terasa tidak wajar saat mesin menyala. Pada mobil modern, lampu indikator check engine pada panel instrumen biasanya akan langsung menyala sebagai peringatan adanya malfungsi pada sistem pengapian atau bahan bakar. Selain itu, saat pedal gas diinjak, akselerasi akan terasa sangat berat dan tenaga mobil seolah menghilang secara mendadak atau tertahan.

Dalam beberapa kasus, mesin pincang juga dibarengi dengan keluarnya bau bensin yang menyengat dari lubang knalpot atau suara ledakan kecil akibat bahan bakar yang tidak terbakar sempurna di ruang bakar. Jika mobil tetap dipaksa melaju, getaran tersebut biasanya akan semakin parah pada kecepatan tertentu, yang mengindikasikan bahwa distribusi tenaga ke poros engkol sedang terganggu secara serius.

2. Penyebab utama kegagalan siklus pembakaran

mesin mobil (pexels.com/Derwin Edwards)

Penyebab mesin pincang sangat beragam, namun faktor yang paling sering ditemukan adalah kerusakan pada sistem pengapian, khususnya busi yang sudah mati atau kotor. Busi yang tidak mampu memercikkan api akan membuat silinder terkait gagal melakukan pembakaran. Selain busi, koil pengapian (ignition coil) yang lemah atau kabel busi yang bocor juga sering menjadi dalang di balik hilangnya tenaga pada salah satu silinder.

Faktor kedua berkaitan dengan suplai bahan bakar dan udara. Injektor yang tersumbat oleh kotoran atau kerak karbon akan menghambat aliran bahan bakar ke ruang bakar, sehingga campuran udara dan bensin menjadi tidak ideal. Masalah pada tekanan kompresi yang rendah akibat keausan ring piston atau kebocoran pada katup (valve) juga dapat membuat satu silinder kehilangan kekuatannya sama sekali, meski sistem pengapian dan bahan bakar dalam kondisi baik.

3. Langkah penanganan dan prosedur perbaikan mandiri

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)

Cara pertama untuk mengatasi mesin pincang adalah dengan melakukan diagnosa menggunakan alat scanner OBD2 untuk mengetahui silinder mana yang mengalami masalah (misfire). Jika masalah berasal dari busi, penggantian komponen dengan yang baru biasanya akan langsung mengembalikan kehalusan mesin. Sangat disarankan untuk mengganti seluruh set busi sekaligus guna memastikan keseragaman performa di semua silinder.

Apabila sistem pengapian normal, pembersihan injektor menggunakan cairan pembersih khusus atau alat ultrasonic bisa menjadi solusi efektif untuk melancarkan kembali aliran bahan bakar. Namun, jika mesin tetap terasa pincang setelah semua komponen luar diperiksa, maka pengecekan mekanis mendalam terhadap tekanan kompresi silinder harus dilakukan oleh mekanik ahli. Melakukan servis berkala secara rutin adalah langkah pencegahan terbaik untuk mendeteksi keausan komponen sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih parah di tengah perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team