Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)

Intinya sih...

  • Rekomendasi interval waktu dan jarak tempuh yang ideal
    - Purging disarankan setiap 20.000-25.000 km
    - Bergantung pada kualitas bahan bakar yang digunakan

  • Gejala mesin yang menandakan perlunya pembersihan segera
    - Tarikan mesin berat saat akselerasi
    - Asap hitam pekat dari knalpot dan suara kasar mesin

  • Manfaat jangka panjang rutin melakukan pembersihan sistem injeksi
    - Umur pakai injektor lebih lama
    - Efisiensi biaya operasional dan emisi gas buang rendah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perawatan mesin diesel modern dengan teknologi common rail membutuhkan perhatian ekstra, terutama pada sistem injeksi bahan bakar yang bekerja dengan tekanan sangat tinggi. Salah satu metode perawatan yang paling efektif untuk menjaga kebersihan sistem tersebut adalah purging, yaitu proses pembersihan jalur bahan bakar dan injektor menggunakan cairan kimia khusus tanpa harus membongkar komponen mesin.

Melakukan purging secara rutin bertujuan untuk merontokkan endapan karbon dan sisa sulfur yang menempel pada nozzle injektor akibat kualitas bahan bakar yang tidak selalu ideal. Dengan menjaga kebersihan komponen ini, proses pengabutan solar tetap sempurna, sehingga performa mesin tetap responsif dan konsumsi bahan bakar tidak menjadi boros akibat penumpukan kotoran.

1. Rekomendasi interval waktu dan jarak tempuh yang ideal

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Daniel Andraski)

Bagi kendaraan diesel yang digunakan untuk mobilitas harian, interval melakukan purging mesin yang paling disarankan adalah setiap 20.000 hingga 25.000 kilometer. Angka ini dianggap sebagai titik optimal di mana endapan karbon biasanya mulai menumpuk namun belum mengeras secara permanen pada ujung injektor. Melakukan pembersihan pada jarak tempuh ini akan memastikan lubang-lubang kecil pada nozzle tetap terbuka lebar untuk menyemprotkan kabut bahan bakar secara presisi.

Namun, interval ini tidak bersifat kaku dan sangat bergantung pada kualitas bahan bakar yang sering digunakan. Jika kendaraan lebih sering mengonsumsi bahan bakar diesel dengan kadar sulfur tinggi (kualitas rendah), maka jadwal purging sebaiknya dipercepat menjadi setiap 10.000 hingga 15.000 kilometer. Hal ini penting dilakukan karena bahan bakar berkualitas rendah meninggalkan residu lebih banyak yang dapat menyumbat sistem injeksi lebih cepat dibandingkan bahan bakar diesel berkualitas tinggi.

2. Gejala mesin yang menandakan perlunya pembersihan segera

Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Selain berpatokan pada angka di odometer, kondisi fisik kendaraan juga memberikan sinyal kuat kapan mesin membutuhkan proses purging. Gejala yang paling mudah dirasakan adalah tarikan mesin yang terasa berat atau "brebet" saat melakukan akselerasi. Selain itu, munculnya asap hitam yang lebih pekat dari biasanya pada knalpot menjadi indikasi bahwa terjadi pembakaran yang tidak sempurna akibat injektor yang mulai tersumbat oleh kerak karbon.

Tanda lainnya adalah suara mesin yang terdengar lebih kasar atau bergetar secara berlebihan saat posisi idle (langsam). Jika mesin terasa pincang atau sulit dinyalakan pada pagi hari, hal itu menandakan penumpukan kotoran di sistem bahan bakar sudah cukup parah. Dalam kondisi seperti ini, melakukan purging sesegera mungkin dapat menjadi solusi pertolongan pertama sebelum memutuskan untuk melakukan perbaikan berat yang melibatkan kalibrasi ulang injektor di laboratorium khusus.

3. Manfaat jangka panjang rutin melakukan pembersihan sistem injeksi

ilustrasi mesin mobil hybrid (auto2000.co.id)

Konsistensi dalam menjaga jadwal purging membawa dampak positif yang besar terhadap usia pakai komponen mesin diesel. Injektor yang selalu bersih akan memiliki umur pakai yang jauh lebih lama, mengingat harga penggantian satu unit injektor common rail sangat mahal. Selain itu, pembersihan rutin membantu menjaga emisi gas buang tetap rendah, sehingga kendaraan lebih mudah lolos uji emisi yang kini semakin diperketat di berbagai daerah.

Efisiensi biaya operasional juga menjadi keuntungan tambahan karena mesin yang bersih akan membakar bahan bakar secara lebih tuntas. Tanpa adanya kerak yang menghalangi, tenaga mesin akan tersalurkan secara maksimal ke roda, sehingga pengemudi tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Secara keseluruhan, investasi kecil untuk melakukan purging secara rutin jauh lebih menguntungkan daripada menanggung risiko kerusakan fatal pada sistem bahan bakar di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team