Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mencuci mobil
ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Intinya sih...

  • Mencuci mobil saat bodi masih panas meninggalkan bercak air sulit dihilangkan dan membuat cat mobil lebih sensitif terhadap gesekan.

  • Menggunakan sabun sembarangan bisa mengikis lapisan pelindung cat, membuatnya kusam dan tidak terlindungi.

  • Menggunakan spons atau lap yang kotor dapat menggores permukaan cat, sehingga sebaiknya gunakan spons terpisah untuk bagian atas dan bawah mobil.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mencuci mobil terlihat seperti pekerjaan sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. Banyak orang melakukannya sendiri di rumah dengan tujuan menghemat waktu dan biaya. Mobil yang bersih memang terlihat lebih sedap dipandang dan terasa nyaman digunakan. Namun, tanpa disadari, cara mencuci yang keliru justru bisa merusak bodi mobil. Baret halus sering muncul bukan karena pemakaian, melainkan akibat kesalahan saat mencuci.

Baret pada bodi mobil biasanya muncul perlahan dan sulit terlihat di awal. Kamu mungkin baru menyadarinya saat mobil terkena cahaya matahari langsung. Garis-garis halus di permukaan cat membuat kilau mobil berkurang. Jika dibiarkan, baret akan semakin banyak dan sulit dihilangkan. Berikut enam kesalahan saat mencuci mobil yang bikin bodi cepat baret dan sering dilakukan tanpa sadar.

1. Mencuci mobil saat bodi masih panas

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Banyak orang mencuci mobil tepat setelah digunakan atau saat mobil terparkir di bawah terik matahari. Bodi yang masih panas membuat air dan sabun cepat mengering. Kondisi ini meninggalkan bercak air yang sulit dihilangkan. Kamu mungkin tergoda untuk menggosok bagian yang kering tersebut. Kebiasaan ini sangat berisiko menimbulkan baret halus.

Cat mobil yang panas juga lebih sensitif terhadap gesekan. Gesekan ringan sekalipun bisa meninggalkan bekas di permukaan cat. Mencuci mobil sebaiknya dilakukan saat bodi sudah dingin. Waktu pagi atau sore hari menjadi pilihan yang lebih aman. Suhu yang lebih sejuk membantu menjaga kondisi cat tetap aman saat dicuci.

2. Menggunakan sabun sembarangan

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kesalahan umum lainnya adalah menggunakan sabun yang gak dikhususkan untuk mobil. Sabun cuci piring atau deterjen sering dianggap ampuh mengangkat kotoran. Kamu mungkin merasa bodi mobil jadi lebih kesat setelah dicuci. Padahal, sabun tersebut bisa mengikis lapisan pelindung cat. Efeknya gak langsung terlihat, tetapi sangat merugikan.

Sabun yang terlalu keras membuat cat mobil lebih rentan terhadap baret. Lapisan wax atau coating bisa terkikis lebih cepat. Cat pun menjadi kusam dan gak terlindungi. Sabun khusus mobil dirancang agar aman untuk permukaan cat. Menggunakannya secara rutin membantu menjaga kilau dan ketahanan cat mobil kamu.

3. Menggunakan spons atau lap yang kotor

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Spons atau lap yang terlihat bersih belum tentu bebas dari kotoran. Pasir halus dan debu bisa terjebak di serat spons tanpa kamu sadari. Saat digunakan untuk menggosok bodi mobil, partikel ini akan menggores permukaan cat. Kamu mungkin mengira baret muncul karena faktor usia mobil. Padahal, penyebabnya justru alat cuci yang kotor.

Menggunakan satu spons untuk seluruh bagian mobil juga meningkatkan risiko baret. Bagian bawah mobil biasanya lebih kotor dibandingkan bagian atas. Spons yang sudah terkontaminasi kotoran sebaiknya segera dibersihkan. Idealnya, gunakan spons terpisah untuk bagian bawah dan atas mobil. Kebiasaan ini membantu meminimalkan risiko baret halus.

4. Menggosok bodi mobil terlalu keras

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Menggosok bodi mobil dengan tekanan kuat sering dianggap cara tercepat membersihkan kotoran. Kamu mungkin merasa semakin keras menggosok, semakin bersih hasilnya. Padahal, tekanan berlebih justru memperbesar risiko baret. Cat mobil gak dirancang untuk menerima gesekan kasar secara terus-menerus. Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa disadari.

Kotoran yang menempel seharusnya dilunakkan terlebih dahulu dengan air dan sabun. Gerakan menggosok sebaiknya dilakukan secara lembut dan searah. Menggosok memutar dengan tekanan kuat bisa meninggalkan swirl mark. Baret halus ini akan terlihat jelas saat terkena cahaya. Mencuci dengan lembut jauh lebih aman untuk bodi mobil.

5. Gak membilas kotoran sebelum mencuci

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Langsung menggosok bodi mobil tanpa membilas kotoran menjadi kesalahan yang cukup fatal. Debu dan pasir yang menempel akan langsung bergesekan dengan cat. Kamu mungkin ingin menghemat waktu dengan melewatkan tahap ini. Padahal, langkah awal ini sangat penting. Tanpa bilasan awal, risiko baret meningkat drastis.

Membilas mobil sebelum mencuci membantu meluruhkan kotoran kasar. Air akan membawa sebagian besar debu dan pasir turun dari bodi. Setelah itu, proses mencuci menjadi lebih aman. Gesekan yang terjadi pun jauh lebih ringan. Tahapan sederhana ini sering diabaikan, padahal manfaatnya sangat besar.

6. Mengeringkan mobil dengan lap kasar atau gak bersih

ilustrasi mobil parkir (pexels.com/Erik Mclean)

Tahap pengeringan sering dianggap sepele setelah mobil selesai dicuci. Banyak orang menggunakan lap apa saja yang tersedia di rumah. Lap kasar atau berbahan keras bisa meninggalkan goresan halus. Kamu mungkin gak langsung menyadarinya karena baret terlihat samar. Namun, lama-kelamaan efeknya akan semakin jelas.

Lap microfiber menjadi pilihan terbaik untuk mengeringkan mobil. Seratnya lembut dan mampu menyerap air dengan baik. Pastikan lap dalam kondisi bersih sebelum digunakan. Gerakan mengeringkan sebaiknya dilakukan perlahan tanpa tekanan berlebih. Cara ini membantu menjaga permukaan cat tetap halus dan bebas baret.

Mencuci mobil seharusnya menjadi aktivitas perawatan, bukan sumber masalah baru. Kesalahan kecil yang dilakukan berulang kali bisa berdampak besar pada kondisi bodi mobil. Baret halus mungkin terlihat sepele, tetapi bisa merusak tampilan mobil secara keseluruhan. Menjaga cat tetap mulus membutuhkan perhatian pada detail. Kebiasaan mencuci yang benar akan memberi hasil yang jauh lebih baik.

Enam kesalahan di atas bisa menjadi pengingat agar kamu lebih berhati-hati saat mencuci mobil. Gak perlu peralatan mahal untuk menjaga bodi tetap mulus. Teknik yang tepat dan alat yang sesuai sudah cukup membantu. Mobil yang dirawat dengan benar akan terlihat lebih kinclong dan awet. Jadi, mulai sekarang, pastikan cara mencuci mobil kamu gak lagi menjadi penyebab baret yang merugikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team