Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mengemudi mobil
ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Intinya sih...

  • Terlalu fokus pada tampilan dan mengabaikan rasa berkendaraTampilan mobil mudah mencuri perhatian, namun rasa suspensi dan kenyamanan kursi lebih menentukan kepuasan jangka panjang.

  • Tidak mencoba berbagai kondisi jalanTest drive hanya di sekitar dealer tidak mewakili kondisi penggunaan sehari-hari, coba tanjakan dan polisi tidur untuk penilaian yang lebih objektif.

  • Mengabaikan posisi duduk dan ergonomiErgonomi memengaruhi kenyamanan saat berkendara lama, posisi yang kurang pas bisa membuat punggung cepat pegal atau tangan cepat lelah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Test drive sering dianggap sekadar formalitas sebelum membeli kendaraan. Padahal, momen ini adalah kesempatan paling penting untuk mengenali karakter mobil secara nyata. Banyak orang terlalu fokus pada tampilan luar atau fitur marketing, sehingga lupa menggali pengalaman berkendara yang sesungguhnya.

Kesalahan kecil saat test drive bisa berdampak besar dalam jangka panjang. Rasa nyaman yang terasa di awal belum tentu mencerminkan kondisi saat dipakai harian. Dengan memahami kesalahan umum, proses memilih kendaraan bisa terasa lebih rasional dan minim penyesalan. Yuk, simak kesalahan yang sering terjadi supaya keputusan kendaraan terasa lebih matang dan tepat!

1. Terlalu fokus pada tampilan dan mengabaikan rasa berkendara

ilustrasi membeli mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Tampilan mobil memang mudah mencuri perhatian sejak pertama melihatnya. Desain lampu, lekukan bodi, dan warna cat sering menjadi faktor emosional yang kuat. Namun, terlalu fokus pada visual bisa membuat aspek rasa berkendara terabaikan.

Rasa suspensi, respons setir, dan kenyamanan kursi justru lebih menentukan kepuasan jangka panjang. Mobil yang terlihat keren belum tentu nyaman saat melewati jalan berlubang atau kemacetan harian. Mengabaikan aspek ini sering membuat keputusan terasa menyesal setelah kendaraan dipakai rutin.

2. Tidak mencoba berbagai kondisi jalan

ilustrasi mobil di jalan (pexels.com/Emir Anık)

Banyak test drive hanya dilakukan di sekitar dealer dengan rute yang terlalu singkat. Jalan yang mulus dan sepi gak mewakili kondisi penggunaan sehari-hari. Akibatnya, karakter asli mobil sering gak terasa secara utuh.

Mencoba tanjakan, polisi tidur, atau jalan bergelombang membantu menilai kemampuan suspensi dan mesin. Suara kabin, getaran, dan respons rem juga lebih terasa di kondisi beragam. Tanpa variasi rute, penilaian terhadap mobil jadi kurang objektif.

3. Mengabaikan posisi duduk dan ergonomi

ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Michael Kahn)

Posisi duduk sering dianggap sepele karena terlihat mudah diatur. Banyak orang hanya duduk sebentar tanpa benar-benar mengatur jok, setir, dan kaca spion dengan serius. Padahal, ergonomi sangat memengaruhi kenyamanan dan kelelahan saat berkendara lama.

Posisi yang kurang pas bisa membuat punggung cepat pegal atau tangan cepat lelah. Hal ini baru terasa setelah mobil dipakai berjam-jam, bukan saat test drive singkat. Mengabaikan ergonomi membuat mobil yang awalnya terasa nyaman berubah jadi sumber keluhan.

4. Terlalu percaya pada fitur tanpa mencoba langsung

ilustrasi mengemudi mobil listrik (pexels.com/Vladimir Srajber)

Fitur canggih sering jadi daya tarik utama dalam brosur dan presentasi sales. Banyak calon pembeli langsung percaya tanpa mencoba sendiri saat test drive. Padahal, pengalaman langsung sering berbeda dengan klaim di atas kertas.

Fitur seperti cruise control, lane assist, atau parking sensor perlu dicoba untuk mengetahui kenyamanan dan akurasinya. Setiap orang punya preferensi berbeda terhadap cara kerja fitur tersebut. Tanpa mencoba, fitur yang terlihat keren bisa terasa mengganggu saat pemakaian harian.

5. Tidak mendengarkan suara dan getaran secara detail

ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/HamZa NOUASRIA)

Suara mesin dan getaran sering dianggap wajar saat test drive. Banyak orang fokus pada akselerasi dan lupa memperhatikan detail suara dari mesin, suspensi, atau kabin. Padahal, suara kecil bisa menjadi petunjuk kualitas peredaman dan konstruksi kendaraan.

Getaran di setir, pedal, atau kursi juga perlu diperhatikan dengan serius. Getaran halus yang diabaikan bisa terasa mengganggu dalam jangka panjang. Mengabaikan detail ini sering membuat mobil terasa melelahkan meski performanya terlihat baik di awal.

Test drive bukan sekadar formalitas, tapi momen penting untuk mengenali karakter kendaraan secara menyeluruh. Kesalahan kecil bisa membuat pilihan terasa keliru setelah pemakaian rutin. Dengan lebih teliti dan sadar pada detail, keputusan pembelian bisa terasa lebih matang. Perhatian ekstra saat test drive membantu memastikan kendaraan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan gaya berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian