Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi KIA Sonet (dok. KIA Indonesia)
ilustrasi KIA Sonet (dok. KIA Indonesia)

Kia secara resmi mengumumkan komitmennya untuk tetap menyertakan tombol fisik pada kendaraan generasi berikutnya di tengah tren layar sentuh yang mendominasi industri otomotif. Produsen asal Korea Selatan ini menyadari bahwa digitalisasi total tidak selalu menjadi jawaban terbaik bagi kebutuhan pengemudi di seluruh dunia.

Meskipun ukuran layar dasbor terus membesar untuk mendukung kecanggihan teknologi, Kia akan tetap mempertahankan pintasan fisik untuk fungsi-fungsi utama. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kontrol kendaraan tetap intuitif dan tidak mengganggu konsentrasi pengemudi saat melaju di jalan raya.

1. Respons terhadap kebutuhan navigasi cepat dan presisi

Kia Sonet (kia.com)

Keputusan Kia untuk mempertahankan komponen fisik didasari oleh pembelajaran mendalam mengenai pengalaman pengguna di berbagai negara. Kepala Desain Interior Kia, Jochen Paesen, menegaskan bahwa ada fungsi tertentu yang harus ditemukan oleh pengemudi secara cepat tanpa risiko salah tekan. Tombol fisik memberikan umpan balik taktil yang memungkinkan pengemudi mengoperasikan fitur tanpa harus memindahkan fokus mata dari jalan ke layar.

Hingga saat ini, model-model terbaru Kia masih menyediakan kontrol fisik untuk pengaturan volume, pencarian frekuensi media, suhu kabin, hingga kecepatan kipas. Pendekatan ini membedakan Kia dari banyak pesaingnya yang mulai memindahkan seluruh kontrol inti ke dalam menu layar sentuh yang berlapis. Dengan mempertahankan tombol konvensional, Kia berusaha menyeimbangkan antara kemajuan digital dan fungsionalitas nyata yang dibutuhkan dalam penggunaan sehari-hari.

2. Prioritas keselamatan di atas tren digitalisasi

Kia Sonet X-Line dijual mulai Rp240 jutaan (Kia India)

Aspek keselamatan menjadi alasan fundamental di balik bertahannya tombol fisik pada ekosistem kendaraan Kia dan Hyundai. Riset internal menunjukkan bahwa penggunaan layar sentuh yang berlebihan dapat mengalihkan perhatian pengemudi secara signifikan, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Pandangan ini sejalan dengan filosofi perusahaan induk yang menganggap bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama di atas konten digital yang menghibur.

Kepala Desain Hyundai, SangYup Lee, juga menekankan bahwa kontrol campuran adalah solusi paling ideal untuk masa depan. Meski mobil masa depan akan semakin terhubung dengan internet, kendali atas fungsi vital kendaraan tidak boleh dikompromikan oleh sistem perangkat lunak yang lambat atau sulit diakses. Kehadiran tombol fisik untuk lampu hazard dan kontrol suhu merupakan standar keselamatan yang akan terus dipertahankan demi menjaga kewaspadaan pengemudi di segala situasi.

3. Implementasi sistem hibrida pada model masa depan

Buritan Kia Sonet X-Line 2022 (Kia India)

Implementasi teknologi ini mulai terlihat pada model-model yang akan meluncur, seperti Hyundai Ioniq 3 yang dijadwalkan hadir pada pertengahan tahun 2026. Kendaraan ini akan mengusung sistem infotainment terbaru bernama Pleos Connect dengan layar yang lebih luas, namun tetap dipadukan dengan panel tombol fisik untuk fungsi pemanas jok, AC, dan volume suara. Kia diprediksi akan mengadopsi sistem hibrida serupa untuk model-model global mereka selanjutnya.

Dengan menyatukan keunggulan layar digital yang informatif dan tombol fisik yang responsif, Kia berusaha menciptakan ruang kabin yang ramah pengguna bagi semua kalangan. Strategi ini menunjukkan bahwa Kia sangat memperhatikan riset pasar global yang menginginkan kendaraan modern namun tetap mudah dikendalikan. Melalui pendekatan ini, Kia optimis dapat memimpin pasar otomotif dengan menawarkan teknologi yang canggih tanpa mengorbankan aspek kemanusiaan dan keamanan berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team