Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_9412.jpeg
Pembuktian produk Cargloss di Sirkuit Mandalika (Istimewa)

Jakarta, IDN Times - Ajang Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika yang digelar di Sirkuit Mandalikapada 1 Februari 2026 kembali menegaskan bahwa balap ketahanan bukan hanya soal kecepatan.

Konsistensi, strategi, dan kerja sama tim menjadi kunci utama untuk bertahan selama enam jam non-stop di lintasan dengan karakter menantang dan cuaca ekstrem.

Di tengah persaingan 29 pembalap dari berbagai negara, Cargloss Racing Team tampil solid dan berhasil meraih hasil positif. Bertarung di kelas ITCR 1200, tim ini menutup balapan dengan finis di posisi kedua, sekaligus memperlihatkan potensi besar jelang kompetisi nasional berikutnya.

1. Target jangka panjang Cargloss Racing Team

Ketangguhan helm Arai (Istimewa)

Cargloss Racing Team turun dengan formasi yang kerap disebut sebagai “dream team”. Trio andalan Toyota Gazoo Racing Indonesia yakni Hari Darma, Jordan Johan, dan Amato Rudolph menjadi tulang punggung performa tim, ditambah Eric Saputra yang juga berperan sebagai direktur tim.

Bagi Eric, keikutsertaan di balap ketahanan ini bukan sekadar berburu hasil. “Ikut balapan ketahanan ini bukan cuma untuk mengejar juara, tapi juga ruang bagi saya untuk mempertajam insting balap mobil touring,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/2/2026).

2. Uji nyata mobil, pembalap, dan produk di kondisi ekstrem

Balap ketahanan di Siruit Mandalika (Istimewa)

Balapan enam jam di Mandalika menjadi ujian menyeluruh, tidak hanya bagi pembalap dan mobil, tetapi juga bagi aspek teknis pendukung. Cargloss Racing Team memanfaatkan ajang ini sebagai sarana pembuktian kualitas produk di bawah Cargloss Group, mulai dari produk perawatan kendaraan hingga perlengkapan keselamatan.

Dalam kondisi lintasan yang panas dan menuntut, efektivitas produk seperti brake cleaner, wiper fluid, wash shampoo, pelindung cat, hingga helm Arai yang digunakan para pembalap diuji secara langsung.

Seluruh elemen ini menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi performa sepanjang balapan.

3. Konsistensi hingga akhir lomba

Konsistensi Cargloss Racing Team menempatkannya di posisi kedua ITCR 1200 (Istimewa)

Mengandalkan Toyota Agya nomor 77, Cargloss Racing Team tampil menekan sejak awal lomba. Keempat pembalap bergantian menjaga ritme, menjalankan strategi pit stop, dan mempertahankan posisi di papan atas. Meski sempat menerima penalti terkait prosedur pit stop dan pergantian pembalap, tim tetap mampu bangkit hingga lap-lap terakhir.

Total 165 lap berhasil diselesaikan dan mengantarkan Cargloss Racing Team finis di posisi kedua kelas ITCR 1200 sekaligus klasemen keseluruhan.

“Saya puas dengan hasil ini. Semua pembalap tampil maksimal. Memang ada kendala seperti penalti saat pergantian di pit, tapi itulah balap. Persaingan sangat kompetitif dari awal sampai finis enam jam kemudian,” tambah Eric.

Balapan ini dijuarai Razaiq Motorsport dengan Honda Brio nomor 777 yang mencatatkan 166 lap, disusul Banteng Motorsport di posisi ketiga dengan 164 lap. Hasil tersebut menempatkan Cargloss Racing Team sebagai salah satu penantang serius di kelas ITCR 1200 musim ini.

Editorial Team