Malaysia bersiap memasuki babak baru dalam industri kendaraan listrik dengan memulai produksi baterai mobil listrik berbasis lithium-ion yang memanfaatkan teknologi graphene. Langkah ini menjadi bagian dari strategi negara tersebut untuk membangun industri baterai lokal sekaligus memperkuat posisinya dalam rantai pasok kendaraan listrik di kawasan ASEAN.
Selama ini, sebagian besar negara di Asia Tenggara masih bergantung pada impor baterai maupun komponen utama kendaraan listrik. Dengan hadirnya fasilitas produksi dalam negeri, Malaysia berharap mampu meningkatkan daya saing industri otomotif nasional sekaligus membuka peluang menjadi salah satu pusat manufaktur baterai di kawasan.
