Jakarta, IDN Times - Konversi mobil bensin ke bahan bakar gas (BBG) mulai kembali dilirik di tengah harga BBM yang terus meningkat. Dengan biaya operasional yang diklaim jauh lebih murah, teknologi ini dianggap menjadi salah satu alternatif untuk menekan pengeluaran harian kendaraan.
Namun di balik potensi penghematan tersebut, pengguna juga harus siap menghadapi sejumlah konsekuensi, mulai dari penurunan performa hingga keterbatasan infrastruktur SPBG.
Ketua Umum Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala, menilai penggunaan BBG memang bisa sangat menguntungkan, tetapi tidak cocok untuk semua pengguna kendaraan.
