Membeli kendaraan bermotor melalui sistem kredit sering kali menjadi pilihan utama bagi banyak individu untuk menunjang mobilitas harian tanpa harus menguras seluruh tabungan sekaligus. Namun, kemudahan akses pembiayaan sering kali menjebak calon pembeli dalam utang jangka panjang yang memberatkan jika tidak didasari oleh perhitungan rasio utang yang sehat.
Untuk menghindari risiko gagal bayar dan menjaga stabilitas arus kas, para ahli keuangan menyarankan penggunaan formula khusus yang dikenal sebagai aturan 20/4/10. Prinsip ini dirancang untuk memastikan bahwa kepemilikan kendaraan tetap menjadi aset penunjang produktivitas, bukan beban finansial yang merusak rencana masa depan akibat cicilan yang terlalu mencekik.
