Dunia otomotif tengah berada dalam masa transisi besar dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan ramah lingkungan. Di tengah gelombang perubahan ini, muncul berbagai istilah teknologi hibrida yang sering kali membingungkan calon pembeli, mulai dari Mild Hybrid, Full Hybrid, hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Ketiga teknologi tersebut menawarkan tingkat keterlibatan motor listrik yang berbeda-beda dalam menggerakkan roda kendaraan. Menentukan mana yang paling canggih bukan sekadar membandingkan harga, melainkan memahami bagaimana sistem manajemen energi bekerja dalam mengoptimalkan efisiensi bahan bakar dan performa berkendara di berbagai kondisi jalan.
