Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi mobil hybrid (pexels.com/Gustavo Fring)
Ilustrasi mobil hybrid (pexels.com/Gustavo Fring)

Intinya sih...

  • Mild hybrid sebagai langkah awal optimasi efisiensiTeknologi Mild Hybrid merupakan tingkatan paling sederhana dalam keluarga kendaraan hibrida. Sistem ini biasanya menggunakan komponen yang disebut Integrated Starter Generator (ISG) atau motor listrik kecil yang dihubungkan dengan baterai bertegangan rendah (umumnya 48 volt).

  • Full hybrid dan keseimbangan distribusi daya otomatisHybrid Electric Vehicle (HEV) atau sering disebut Full Hybrid membawa kecanggihan ke level berikutnya melalui penggunaan motor listrik yang lebih kuat dan baterai berkapasitas lebih besar. Sistem ini mampu menggerakkan kendaraan hanya dengan tenaga listrik (EV Mode) pada kecepatan rendah atau saat merayap di kemacet

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia otomotif tengah berada dalam masa transisi besar dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan ramah lingkungan. Di tengah gelombang perubahan ini, muncul berbagai istilah teknologi hibrida yang sering kali membingungkan calon pembeli, mulai dari Mild Hybrid, Full Hybrid, hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Ketiga teknologi tersebut menawarkan tingkat keterlibatan motor listrik yang berbeda-beda dalam menggerakkan roda kendaraan. Menentukan mana yang paling canggih bukan sekadar membandingkan harga, melainkan memahami bagaimana sistem manajemen energi bekerja dalam mengoptimalkan efisiensi bahan bakar dan performa berkendara di berbagai kondisi jalan.

1. Mild hybrid sebagai langkah awal optimasi efisiensi

Suzuki Ertiga Cruise Hybrid (auto.suzuki.co.id)

Teknologi Mild Hybrid merupakan tingkatan paling sederhana dalam keluarga kendaraan hibrida. Sistem ini biasanya menggunakan komponen yang disebut Integrated Starter Generator (ISG) atau motor listrik kecil yang dihubungkan dengan baterai bertegangan rendah (umumnya 48 volt). Fungsi utamanya bukanlah untuk menggerakkan mobil secara mandiri, melainkan untuk membantu mesin bensin saat berakselerasi dan mematikan mesin lebih awal saat mobil melambat (fitur auto start-stop).

Meskipun terlihat sederhana, kecanggihan Mild Hybrid terletak pada kemampuannya meningkatkan efisiensi tanpa mengubah konstruksi mesin secara drastis. Keunggulannya adalah biaya produksi yang lebih murah dibandingkan sistem hibrida lainnya, namun dampaknya terhadap penghematan bahan bakar juga paling minimal karena motor listrik tidak pernah mengambil alih tugas mesin secara penuh untuk memutar roda.

2. Full hybrid dan keseimbangan distribusi daya otomatis

ilustrasi mesin mobil hybrid (auto2000.co.id)

Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau sering disebut Full Hybrid membawa kecanggihan ke level berikutnya melalui penggunaan motor listrik yang lebih kuat dan baterai berkapasitas lebih besar. Sistem ini mampu menggerakkan kendaraan hanya dengan tenaga listrik (EV Mode) pada kecepatan rendah atau saat merayap di kemacetan. Keunikan utamanya adalah tidak diperlukannya pengisian daya eksternal; baterai akan terisi secara otomatis melalui pengereman regeneratif dan kinerja mesin bensin.

Kecanggihan teknologi ini terletak pada unit kontrol daya yang secara cerdas menentukan kapan harus menggunakan motor listrik, mesin bensin, atau keduanya secara bersamaan. Proses transisi antara kedua sumber tenaga ini berlangsung sangat halus sehingga pengemudi sering kali tidak merasakan perpindahan tersebut. Sistem ini sangat ideal bagi mereka yang menginginkan penghematan bahan bakar signifikan tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara seperti mengisi daya di stasiun pengisian listrik.

3. Plug-in hybrid sebagai puncak fleksibilitas teknologi

Chery Fulwin X3L (chery.cn)

PHEV sering kali dianggap sebagai varian paling canggih karena menjembatani celah antara mobil hibrida tradisional dan mobil listrik murni (BEV). Kendaraan ini dibekali baterai yang jauh lebih besar dan bisa diisi dayanya melalui colokan listrik rumah atau SPKLU. Kecanggihan utamanya adalah kemampuan untuk melaju tanpa emisi sama sekali hingga puluhan kilometer, sehingga memungkinkan penggunaan harian tanpa membakar bensin sedikit pun.

Selain kemampuan elektrik murni yang lebih jauh, PHEV tetap memiliki mesin bensin sebagai cadangan, menghilangkan kekhawatiran akan habisnya daya di tengah perjalanan jauh. Kehadiran modul pengisian daya eksternal dan manajemen baterai yang lebih kompleks menjadikan sistem ini yang paling rumit sekaligus paling fleksibel. Meskipun memiliki harga yang cenderung lebih tinggi, PHEV menawarkan pengalaman berkendara mobil listrik yang sesungguhnya namun tetap memberikan keamanan mobilitas tanpa batas khas mesin konvensional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team