Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mobil di bengkel
ilustrasi mobil di bengkel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Intinya sih...

  • Angka lebar ban menunjukkan tapak yang menempel ke jalan, semakin besar angkanya, semakin lebar permukaan ban menyentuh aspal.

  • Rasio tinggi ban memengaruhi kenyamanan dan handling, semakin kecil angkanya, ban makin tipis (low profile).

  • Huruf R menandakan konstruksi ban modern, hampir semua mobil modern pakai ban radial.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pemilik kendaraan memilih ban hanya berdasarkan merek dan harga. Padahal deretan angka dan huruf di dinding ban menyimpan informasi penting soal ukuran, kekuatan, dan batas aman pemakaian. Salah pilih kode ban bisa bikin handling buruk, boros bensin, bahkan berisiko kecelakaan.

Kode ini bukan sekadar formalitas pabrik. Setiap kombinasi punya arti teknis yang menyesuaikan dengan bobot kendaraan dan performa yang dibutuhkan. Kalau kamu paham membacanya, kamu bisa memilih ban yang tepat dan aman untuk jangka panjang.

1. Angka lebar ban menunjukkan tapak yang menempel ke jalan

ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Contoh kode umum: 205/55 R16. Angka pertama, yaitu 205, artinya lebar ban dalam milimeter. Semakin besar angkanya, semakin lebar permukaan ban menyentuh aspal.

Ban lebar biasanya lebih stabil di kecepatan tinggi. Tapi bisa lebih boros bahan bakar. Ban sempit cenderung lebih irit tapi grip lebih kecil.

2. Rasio tinggi ban memengaruhi kenyamanan dan handling

ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/Panuwat Dangsungonen)

Angka kedua setelah garis miring, misalnya 55, menunjukkan tinggi dinding ban dalam persen dari lebarnya. Jadi 55 berarti tinggi ban 55% dari 205 mm. Ini disebut aspect ratio.

Semakin kecil angkanya, ban makin tipis (low profile). Tampilan sporty tapi lebih keras di jalan rusak. Angka besar lebih empuk tapi handling tidak setajam ban tipis.

3. Huruf R menandakan konstruksi ban modern

ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/dusanpetkovic)

Huruf R berarti radial, tipe ban yang paling umum saat ini. Konstruksi ini membuat ban lebih awet, stabil, dan nyaman dibanding ban tipe lama.

Hampir semua mobil modern pakai ban radial. Kalau tidak ada R, biasanya ban tipe lama atau khusus. Untuk harian, radial adalah standar terbaik.

4. Angka velg menunjukkan ukuran pelek yang cocok

ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Angka terakhir, misalnya 16, artinya ban cocok untuk pelek diameter 16 inci. Ini wajib sesuai dengan ukuran velg mobilmu. Salah ukuran bisa membuat ban tidak terpasang sempurna.

Jangan asal naik atau turun ukuran tanpa perhitungan. Bisa memengaruhi speedometer, suspensi, dan kenyamanan. Ikuti rekomendasi pabrikan jika ragu.

5. Kode beban dan kecepatan menentukan batas aman ban

ilustrasi mobil di bengkel (pexels.com/cottonbro studio)

Selain ukuran utama, ada kode seperti 91V di sampingnya. Angka 91 menunjukkan kapasitas beban maksimum ban. Huruf V menunjukkan batas kecepatan aman.

Semakin tinggi angkanya, semakin kuat ban menahan beban dan kecepatan. Pakai ban dengan rating di bawah standar mobil bisa sangat berbahaya. Ini sering diabaikan tapi krusial.

Memahami kode ban bukan cuma soal teknis, tapi soal keselamatan. Ban yang sesuai membuat mobil lebih stabil, awet, dan nyaman dipakai harian. Salah pilih bisa berdampak besar meski terlihat sepele.

Sebelum beli ban baru, luangkan waktu baca kode di ban lama atau buku manual mobil. Sedikit pengetahuan ini bisa menyelamatkan dompet dan nyawa di jalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team