Menghadapi kemacetan parah saat mudik sering kali menjadi momen yang paling menguras kantong akibat konsumsi bahan bakar yang melonjak drastis. Berhenti dan jalan secara berulang-ulang (stop-and-go) memaksa mesin bekerja keras untuk menggerakkan bobot mobil yang penuh muatan, yang jika tidak disiasati, akan membuat indikator bensin turun dengan sangat cepat.
Namun, kamu tidak perlu khawatir karena ada teknik berkendara hemat energi atau eco-driving yang dirancang khusus untuk situasi lalu lintas padat. Dengan menerapkan beberapa penyesuaian sederhana pada cara mengoperasikan pedal dan memantau kondisi jalan, penghematan bahan bakar hingga 20 persen bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai selama perjalanan jauh kamu.
