Keberadaan aki atau baterai 12 volt di dalam mobil listrik sering kali menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat umum yang menganggap bahwa baterai traksi besar sudah cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan energi. Meskipun motor penggerak utama mendapatkan daya dari baterai litium-ion bertegangan tinggi, sistem kelistrikan kendaraan tetap memerlukan unit penyimpan daya sekunder untuk menjalankan fungsi-fungsi dasar yang tidak bisa ditangani langsung oleh arus tegangan tinggi.
Tanpa kehadiran aki, sebuah mobil listrik tidak akan bisa dioperasikan meskipun daya pada baterai utamanya masih penuh. Komponen ini berperan sebagai jembatan sistem kelistrikan yang memastikan keamanan serta kesiapan seluruh perangkat elektronik sebelum sistem penggerak utama diaktifkan. Integrasi antara baterai tegangan tinggi dan aki menciptakan harmoni operasional yang membuat kendaraan masa depan ini tetap praktis dan aman digunakan dalam berbagai kondisi.
