Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mobil Diesel Ternyata Bisa Pakai BBG, Begini Sistemnya
Proses konversi ke BBG hanya 6-7 jam (Dok. Komogas)
  • Teknologi diesel dual fuel (DDF) memungkinkan mesin diesel memakai dua bahan bakar, yaitu solar sebagai pemantik dan gas hingga 80 persen dari total campuran.
  • Biaya konversi BBG untuk mesin diesel mencapai sekitar Rp15–17 juta karena sistemnya lebih kompleks dan kit konversinya masih terbatas di pasaran.
  • Sektor industri dan perkebunan mulai melirik DDF untuk efisiensi, memanfaatkan gas metana hasil limbah sawit sebagai bahan bakar alternatif yang lebih hemat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Konversi bahan bakar gas (BBG) ternyata tidak hanya bisa dilakukan pada mobil bensin. Kendaraan bermesin diesel juga dapat menggunakan BBG melalui sistem khusus bernama diesel dual fuel (DDF).

Ketua Umum Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala, mengatakan teknologi tersebut memungkinkan mesin diesel menggunakan dua jenis bahan bakar sekaligus, yakni solar dan gas.

1. Mesin diesel tetap butuh solar sebagai pemantik

Tabung gas BBG (Dok. Komogas)

Berbeda dengan mesin bensin yang bisa sepenuhnya menggunakan gas, mesin diesel tetap membutuhkan solar untuk proses pembakaran awal.

“Bisa, tapi namanya diesel dual fuel (DDF). Karena dia tidak ada busi, dia harus tetap memasukkan solar sebagai pemantik supaya bisa terjadi pembakaran,” ujar Andy, Selasa (5/5/2026).

Dalam sistem tersebut, komposisi penggunaan bahan bakar umumnya sekitar 20 persen solar dan 80 persen gas.

2. Biaya konversi lebih mahal dibanding mobil bensin

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) (Dok. Komogas)

Meski memungkinkan, biaya konversi BBG untuk mesin diesel disebut lebih mahal dibanding mobil bensin. Hal itu dipengaruhi kompleksitas sistem dan ketersediaan kit yang masih terbatas.

“Kalau diesel pasti lebih mahal. Mungkin sekitar Rp15 juta sampai Rp17 juta untuk all in,” katanya.

Andy mengaku saat ini kit konversi diesel masih harus didatangkan berdasarkan permintaan karena pasar pengguna belum sebesar kendaraan bensin.

3. Mulai dilirik sektor perkebunan dan industri

Konversi mobil bensin ke BBG, biaya harian lebih murah (Dok. Komogas)

Menurut Andy, penggunaan BBG pada mesin diesel mulai banyak diminati sektor industri dan perkebunan, terutama untuk kendaraan operasional dan mesin kerja.

Ia mencontohkan sejumlah perkebunan sawit mulai memanfaatkan gas hasil pengolahan limbah sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan dan pompa air.

“Gas metana dari pengolahan sawit itu dipakai lagi buat mesin-mesin mereka. Jadi lebih hemat daripada dibuang,” tambah dia.

Dengan harga solar yang terus naik, teknologi diesel dual fuel dinilai berpotensi menjadi solusi untuk menekan biaya operasional kendaraan dan mesin diesel di sektor industri.

Editorial Team