Laporan terbaru dari raksasa otomotif asal China, BYD, menunjukkan tren menarik di mana kendaraan hibrida (Plug-in Hybrid atau PHEV) tampil lebih dominan dibandingkan kendaraan listrik murni (BEV). Sepanjang Februari 2026, konsumen tampak lebih memilih fleksibilitas mesin ganda di tengah penurunan pasar otomotif domestik yang cukup signifikan.
Meskipun secara keseluruhan angka penjualan NEV (New Energy Vehicle) milik BYD menyentuh 190.190 unit, kategori hibrida tetap menjadi tulang punggung utama perusahaan. Pergeseran preferensi ini memberikan gambaran jelas bahwa teknologi PHEV masih menjadi pilihan transisi yang paling diminati oleh masyarakat di tengah tantangan infrastruktur pengisian daya.
