Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mobil Hybrid BYD Lebih Laris Dibanding Mobil Listrik!
ilustrasi BYD M6 (byd.com)
  • BYD mencatat penjualan 190.190 unit kendaraan energi baru pada Februari 2026, dengan mobil hibrida plug-in (PHEV) mendominasi 108.243 unit, jauh melampaui mobil listrik murni (BEV) sebanyak 79.539 unit.
  • Kebijakan pajak pembelian 5% untuk mobil listrik dan strategi pembiayaan bunga rendah BYD memengaruhi tren pasar, membuat PHEV tetap jadi pilihan utama konsumen di tengah transisi energi.
  • Ekspor BYD melonjak hingga 100.600 unit atau naik 50,1% secara tahunan, didukung rencana peluncuran Blade Battery 2.0 dan teknologi Flash Charge generasi kedua untuk
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Laporan terbaru dari raksasa otomotif asal China, BYD, menunjukkan tren menarik di mana kendaraan hibrida (Plug-in Hybrid atau PHEV) tampil lebih dominan dibandingkan kendaraan listrik murni (BEV). Sepanjang Februari 2026, konsumen tampak lebih memilih fleksibilitas mesin ganda di tengah penurunan pasar otomotif domestik yang cukup signifikan.

Meskipun secara keseluruhan angka penjualan NEV (New Energy Vehicle) milik BYD menyentuh 190.190 unit, kategori hibrida tetap menjadi tulang punggung utama perusahaan. Pergeseran preferensi ini memberikan gambaran jelas bahwa teknologi PHEV masih menjadi pilihan transisi yang paling diminati oleh masyarakat di tengah tantangan infrastruktur pengisian daya.

1. Dominasi varian hibrida di tengah kelesuan pasar domestik

ilustrasi BYD M6 (byd.com)

Data menunjukkan bahwa sepanjang Februari 2026, BYD berhasil menjual sebanyak 108.243 unit mobil hibrida (PHEV). Angka ini jauh mengungguli penjualan mobil listrik murni (BEV) yang hanya mencapai 79.539 unit. Fenomena ini membuktikan bahwa meskipun kedua kategori tersebut mengalami penurunan secara tahunan akibat libur panjang Imlek, daya serap pasar terhadap teknologi hibrida tetap jauh lebih kuat.

Berdasarkan laporan dari carnewschina.com, penurunan penjualan PHEV tercatat sebesar 44% secara tahunan, sementara BEV turun sebesar 36%. Namun, secara volume absolut, unit hibrida tetap memimpin portofolio kendaraan penumpang BYD. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan konsumen terhadap efisiensi bahan bakar yang dipadukan dengan tenaga listrik masih menjadi faktor penentu utama dalam keputusan pembelian di awal tahun ini.

2. Efek pajak baru dan strategi pembiayaan bunga rendah

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Penjualan mobil listrik murni yang lebih rendah dibandingkan hibrida juga dipengaruhi oleh kebijakan pajak pembelian sebesar 5% yang mulai berlaku pada awal 2026 di China. Menghadapi tekanan ini, BYD tidak tinggal diam dan segera meluncurkan program pembiayaan bunga rendah dengan tenor hingga 7 tahun untuk merangsang minat beli masyarakat pada seluruh lini produk mereka, termasuk varian hibrida yang populer.

Struktur pasar yang lebih memihak pada PHEV ini memberikan napas bagi BYD untuk tetap menjaga arus kas di tengah transisi kebijakan pemerintah. Dengan biaya operasional yang lebih fleksibel bagi pengguna jarak jauh, mobil hibrida dianggap sebagai solusi paling masuk akal bagi konsumen yang ingin menghemat biaya bahan bakar namun belum sepenuhnya siap beralih ke ekosistem listrik murni yang sangat bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya.

3. Ekspansi global dan inovasi teknologi pengisian cepat

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Di saat pasar domestik sedang bergejolak, performa ekspor BYD justru mencatatkan rekor positif dengan pengiriman 100.600 unit ke luar negeri pada Februari, naik 50,1% dibandingkan tahun lalu. Capaian ini menjadi bukti bahwa strategi global BYD mulai membuahkan hasil, di mana pasar internasional juga menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap efisiensi mesin-mesin hibrida dan listrik terbaru dari pabrikan Shenzhen ini.

Untuk memperkuat kembali daya tarik varian listrik murni agar bisa mengejar dominasi hibrida, BYD dikabarkan akan segera meluncurkan Blade Battery 2.0 dan fasilitas "Flash Charge" generasi kedua. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan kecepatan pengisian daya yang lebih ekstrem, sehingga di masa depan, kesenjangan antara kenyamanan mobil hibrida dan kepraktisan mobil listrik murni dapat semakin diperkecil guna mendongkrak kembali angka penjualan secara keseluruhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team