Banyak pemilik kendaraan beranggapan bahwa membiarkan mobil terparkir manis di dalam garasi adalah cara terbaik untuk menjaga kondisinya agar tetap awet. Namun, kenyataannya justru berbanding terbalik; mobil yang jarang digunakan sering kali mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan kendaraan yang rutin dikendarai setiap hari karena sifat mekanisnya yang menuntut pergerakan.
Diam dalam waktu lama memicu proses kimiawi dan mekanis yang merusak, mulai dari oksidasi hingga pengendapan cairan. Tanpa adanya sirkulasi dan suhu kerja yang stabil, komponen-komponen vital akan mulai kehilangan fungsinya, yang pada akhirnya dapat menguras kantong untuk biaya perbaikan besar saat mobil hendak digunakan kembali.
