Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (pexels.com/Esmihel Muhammed)

Intinya sih...

  • Warna gelap menyerap lebih banyak panas matahari

  • Suhu bodi tidak selalu sama dengan suhu kabin

  • Kaca menjadi sumber panas utama kabin

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mobil yang diparkir di bawah terik matahari sering berubah jadi “oven berjalan”. Banyak orang langsung menyimpulkan mobil berwarna gelap pasti jauh lebih panas dibanding warna terang. Anggapan ini terdengar logis, tapi tidak sepenuhnya sederhana.

Untuk memahami mana yang lebih panas, kamu perlu melihatnya dari sisi fisika dan desain kendaraan. Warna memang berpengaruh, tapi bukan satu-satunya faktor penentu suhu kabin.

1. Warna memengaruhi penyerapan panas

ilustrasi mobil SUV (pexels.com/Mike Bird)

Warna gelap seperti hitam atau biru tua menyerap lebih banyak radiasi matahari. Permukaan cat menyimpan energi panas lebih besar dibanding warna terang. Ini membuat panel bodi cepat terasa panas saat disentuh.

Sebaliknya, warna terang memantulkan sebagian radiasi. Secara fisika, solar reflectance pada warna terang lebih tinggi. Akibatnya, kenaikan suhu bodi relatif lebih lambat.

2. Suhu bodi tidak selalu sama dengan suhu kabin

ilustrasi mobil suv (pexels.com/Hyundai Motor Group)

Meski bodi mobil gelap lebih panas, suhu kabin tidak naik secara proporsional. Panas bodi tidak langsung berpindah seluruhnya ke dalam kabin. Banyak energi hilang ke udara sekitar.

Secara teknis, perpindahan panas dipengaruhi isolasi, material panel, dan ruang udara. Jadi, bodi panas tidak otomatis berarti kabin jauh lebih panas. Faktor lain ikut berperan besar.

3. Kaca menjadi sumber panas utama kabin

ilustrasi mobil sport (pexels.com/Pixabay)

Sebagian besar panas kabin justru masuk lewat kaca, bukan bodi. Radiasi matahari menembus kaca dan terperangkap di dalam kabin. Efek ini dikenal sebagai greenhouse effect.

Warna mobil hampir tidak memengaruhi proses ini. Tanpa heat-rejecting glass atau window film, kabin tetap panas meski bodi terang. Kualitas kaca jauh lebih krusial.

4. Interior ikut menentukan sensasi panas

ilustrasi mobil sedan (pexels.com/DYLBER CAUSHI)

Warna dan material interior sangat memengaruhi rasa panas. Jok hitam atau dashboard gelap menyerap panas lebih banyak. Ini membuat kabin terasa lebih gerah saat kamu masuk.

Secara ergonomi termal, permukaan interior gelap mempercepat rasa panas ke tubuh. Mobil warna terang dengan interior gelap bisa tetap terasa panas. Kombinasi ini sering diabaikan.

5. Ventilasi dan teknologi pendingin lebih menentukan

ilustrasi mobil SUV (pexels.com/Connor McManus)

Sistem ventilasi dan pendingin kabin punya pengaruh paling nyata. Mobil dengan AC efisien dan sirkulasi baik lebih cepat menurunkan suhu. Ini mengalahkan pengaruh warna bodi.

Fitur seperti solar ventilation atau remote AC membantu mengurangi panas awal. Secara praktis, teknologi ini lebih terasa dibanding perbedaan warna bodi semata.

Mobil warna gelap memang cenderung lebih cepat panas di bagian bodi. Namun, panas kabin ditentukan oleh banyak faktor lain yang sering lebih dominan.

Jika kamu ingin kabin lebih sejuk, fokuslah pada kaca, interior, dan sistem pendingin. Warna bodi berpengaruh, tapi bukan penentu utama kenyamanan di siang hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team