Kehadiran teknologi keyless atau sistem penguncian pintar tanpa anak kunci konvensional pada sepeda motor modern awalnya digadang-gadang sebagai solusi mutakhir untuk menghentikan aksi pencurian kendaraan bermotor. Sistem ini memangkas fungsi lubang kunci mekanis yang selama ini menjadi sasaran empuk bagi komplotan maling yang biasa berbekal kunci leter T.
Namun, dalam realitas di lapangan, kasus hilangnya sepeda motor yang sudah mengusung teknologi keyless ternyata masih kerap terjadi. Mengapa sistem pengaman berbasis frekuensi radio dan komputerisasi yang tampak canggih ini tetap bisa ditembus dan diakali oleh para pelaku kejahatan?
