Perjalanan mudik dalam kondisi berpuasa menuntut kewaspadaan ganda karena ritme biologis tubuh mengalami perubahan yang cukup signifikan. Ketika asupan nutrisi dan cairan terhenti selama belasan jam, otak harus bekerja lebih keras untuk menjaga fokus di tengah terik matahari dan kepadatan arus lalu lintas yang menguras emosi.
Bahaya terbesar yang mengintai para pemudik bukanlah sekadar kemacetan, melainkan serangan kantuk mendadak yang sering kali datang tanpa peringatan pada waktu-waktu tertentu. Memahami jam-jam kritis ini menjadi langkah preventif yang sangat krusial agar perjalanan pulang ke kampung halaman tetap aman dan berakhir dengan kebahagiaan bersama keluarga besar.
