Guyuran hujan deras yang terus-menerus sering kali meninggalkan jejak kerusakan berupa lubang dan aspal yang terkelupas di berbagai ruas jalan. Fenomena ini bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan yang bisa terjebak dalam lubang tersembunyi di balik genangan air.
Secara teknis, aspal memiliki kelemahan mendasar terhadap paparan air yang berlebihan dan dalam durasi yang lama. Kombinasi antara sifat kimiawi material jalan serta beban kendaraan yang melintas menjadi pemicu utama mengapa permukaan jalan yang semula mulus bisa hancur berantakan hanya dalam hitungan hari selama musim penghujan.
