Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Omoda dan Jaecoo Kantongi Sertifikasi Keselamatan UN/ECE R171
Omoda dan Jaecoo raih sertifikasi UN/ECE R171 (Dok. Istimewa)

Jakarta, IDN Times - Omoda dan Jaecoo mengumumkan telah memperoleh sertifikasi UN/ECE R171 setelah lolos audit Safety Management System (SMS) yang dilakukan Netherlands Vehicle Authority (RDW) atau Otoritas Kendaraan Belanda.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu syarat penting bagi sistem bantuan pengemudi cerdas untuk dapat memenuhi regulasi keselamatan di pasar Uni Eropa.

Sertifikasi tersebut juga memperkuat posisi Omoda dan Jaecoo dalam pengembangan teknologi kendaraan pintar. Pabrikan menyebut pencapaian ini menjadi bukti bahwa sistem keselamatan dan teknologi bantuan berkendaranya telah memenuhi standar internasional yang ketat.

1. UN/ECE R171 menjadi standar penting untuk sistem bantuan pengemudi

Jaecoo J5 EV dengan body kit custom dipamerkan (IDN Times/Fadhliansyah)

UN/ECE R171 merupakan regulasi yang mengatur persyaratan keselamatan Driver Control Assistance Systems (DCAS) atau sistem bantuan pengemudi di kawasan Uni Eropa. Aturan ini mencakup proses kepatuhan menyeluruh sehingga menjadi salah satu tolok ukur keselamatan teknologi bantuan berkendara di industri otomotif global.

Bagi Omoda dan Jaecoo, keberhasilan memperoleh sertifikasi tersebut bukan sekadar memenuhi persyaratan regulasi. Pabrikan menilai keselamatan menjadi fondasi utama dalam menghadirkan teknologi cerdas yang tetap mengutamakan perlindungan bagi pengguna.

“Teknologi cerdas tidak boleh direduksi menjadi sekadar spesifikasi teknis semata. Sebaliknya, teknologi ini merepresentasikan sebuah gaya hidup mobilitas masa depan yang diciptakan bersama para pengguna muda di seluruh dunia melalui komitmen bersama,” ujar Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, Senin (29/6/2026).

2. Sistem keselamatan dikembangkan secara menyeluruh

Melayani 3S (Jaecoo)

Untuk memenuhi persyaratan audit UN/ECE R171, Omoda dan Jaecoo mengintegrasikan berbagai standar keselamatan dalam satu sistem manajemen terpadu. Pendekatan tersebut mencakup keselamatan fungsional kendaraan, Safety of the Intended Functionality (SOTIF), hingga aspek keselamatan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pabrikan menyebut integrasi tersebut menghasilkan sistem manajemen keselamatan bantuan pengemudi yang terstandarisasi, dapat ditelusuri, dan diterapkan pada seluruh proses pengembangan kendaraan.

Hal itu sekaligus memperkuat kesiapan produk mereka untuk bersaing di pasar global, khususnya kawasan Uni Eropa.

Menurut perusahaan, sertifikasi dari RDW tidak hanya menunjukkan kualitas sistem keselamatan yang dimiliki, tetapi juga menjadi bukti komitmen dalam mengembangkan teknologi kendaraan cerdas untuk masa depan.

3. Andalkan fitur parkir otonom berbasis smartphone

Jaecoo J5 SHS-H (Jaecoo)

Salah satu teknologi yang diunggulkan Omoda dan Jaecoo adalah Super Intelligent Valet Parking (SIVP). Fitur ini memungkinkan kendaraan melakukan parkir otomatis maupun dipanggil dari jarak jauh melalui aplikasi di smartphone.

Teknologi tersebut diklaim mampu bekerja pada berbagai kondisi, mulai dari ruang parkir sempit, area parkir bawah tanah yang kompleks, hingga cuaca ekstrem. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa fitur bantuan pengemudi ini tidak menggantikan peran pengemudi sepenuhnya.

“Hal ini guna meningkatkan kenyamanan gaya hidup anak muda dan konsumen di seluruh dunia secara mulus. Di saat yang sama, fitur ini secara ketat mematuhi batas-batas keselamatan berkendara dengan bantuan assisted driving, memperkuat garis dasar keselamatan teknologi melalui batasan skenario dan peringatan keselamatan yang jelas,” jelas Jim Ma.

Topics

Editorial Team

Related Article