Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, tengah menghadapi tantangan berat setelah mencatatkan penurunan penjualan selama delapan bulan berturut-turut hingga April 2026. Meskipun angka pengiriman ke pasar internasional mencapai rekor tertinggi, performa di pasar domestik Tiongkok yang melemah terus menekan total volume penjualan perusahaan secara keseluruhan.
Data terbaru menunjukkan bahwa BYD menjual 314.100 kendaraan penumpang pada April, turun 15,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Walaupun terdapat pertumbuhan tipis sebesar 6,2 persen dibandingkan bulan Maret, tren penurunan tahunan yang dimulai sejak September 2025 ini mempertegas ketatnya persaingan dan jenuhnya permintaan di pasar lokal.
