Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Penyebab Getaran Mesin Mobil Muncul saat AC Mobil Dinyalakan
ilustrasi AC mobil (pexels.com/Erik Mclean)
  • Getaran mesin saat AC dinyalakan bisa muncul karena putaran mesin terlalu rendah, membuat beban kerja meningkat dan kenyamanan berkendara menurun.
  • Komponen seperti engine mounting lemah atau kompresor AC yang bekerja terlalu berat dapat memperparah getaran dan memengaruhi performa mesin.
  • Sistem pengapian tidak optimal serta throttle body kotor juga berkontribusi pada getaran, sehingga perawatan rutin penting menjaga mesin tetap halus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyalakan AC mobil memang memberi kenyamanan ekstra saat perjalanan, terutama ketika cuaca panas terasa menyengat. Namun, sebagian pemilik kendaraan sering merasakan getaran mesin yang muncul tepat setelah AC mulai bekerja. Kondisi seperti ini kerap membuat pengalaman berkendara terasa kurang nyaman dan memunculkan rasa khawatir terhadap kondisi mesin mobil.

Getaran mesin saat AC aktif sebenarnya dapat muncul karena beberapa faktor yang saling berkaitan. Mulai dari komponen mesin yang mulai melemah sampai sistem pendingin udara yang bekerja terlalu berat dapat memicu gangguan tersebut. Karena itu, memahami penyebabnya sejak awal dapat membantu menjaga performa kendaraan tetap optimal dan nyaman digunakan setiap hari, yuk pahami lebih lanjut.

1. Putaran mesin terlalu rendah saat AC aktif

ilustrasi AC mobil (pexels.com/Jeffrey Paa Kwesi Opare)

Saat AC mobil dinyalakan, mesin membutuhkan tenaga tambahan untuk memutar kompresor AC. Jika putaran mesin atau idle RPM terlalu rendah, mesin akan terasa lebih berat dan akhirnya memunculkan getaran yang cukup terasa di kabin. Kondisi ini sering terjadi pada mobil yang jarang mendapatkan penyetelan mesin secara rutin.

Selain membuat mobil terasa bergetar, putaran mesin yang terlalu rendah juga dapat memengaruhi kenyamanan berkendara saat berhenti di lampu merah atau kemacetan. Mesin terasa seperti bekerja dengan beban berlebih meskipun kendaraan sedang diam. Jika dibiarkan terlalu lama, performa mesin perlahan dapat terasa kurang responsif dibanding biasanya.

2. Engine mounting mulai melemah

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Esmihel Muhammed)

Engine mounting memiliki fungsi penting sebagai peredam getaran antara mesin dan bodi mobil. Ketika komponen ini mulai retak atau melemah, getaran dari mesin akan lebih mudah terasa hingga ke kabin, terutama saat AC aktif. Beban tambahan dari kompresor AC membuat getaran tersebut menjadi semakin jelas terasa.

Kerusakan pada engine mounting biasanya muncul secara perlahan sehingga sering gak langsung disadari. Banyak pemilik mobil baru menyadarinya ketika getaran mulai terasa mengganggu saat kendaraan berhenti. Selain mengurangi kenyamanan, kondisi ini juga dapat membuat beberapa komponen lain lebih cepat mengalami keausan.

3. Kompresor AC bekerja terlalu berat

ilustrasi menghidupkan AC mobil (pexels.com/UMA media)

Kompresor AC yang mulai bermasalah dapat memicu beban berlebih pada mesin mobil. Saat komponen ini bekerja terlalu keras, tenaga mesin akan tersedot lebih besar sehingga muncul getaran yang terasa cukup kuat. Situasi seperti ini biasanya disertai suara kasar atau tarikan mesin yang terasa lebih berat.

Selain itu, kompresor yang mulai aus juga dapat membuat sistem pendingin udara menjadi kurang optimal. Udara AC terasa kurang dingin meskipun putaran kipas sudah tinggi. Jika kondisi tersebut terus terjadi, konsumsi bahan bakar juga dapat terasa lebih boros dibanding biasanya.

4. Sistem pengapian kurang optimal

ilustrasi busi (vecteezy.com/Roman Bulatov)

Sistem pengapian yang kurang optimal sering menjadi penyebab getaran mesin saat AC dinyalakan. Busi yang mulai kotor atau koil yang melemah membuat proses pembakaran di dalam mesin menjadi kurang stabil. Ketika AC aktif dan beban mesin bertambah, gangguan kecil pada sistem pengapian akan terasa lebih jelas.

Kondisi ini biasanya membuat mesin terasa pincang atau bergetar halus saat posisi diam. Pada beberapa kasus, akselerasi mobil juga terasa kurang halus ketika pedal gas ditekan. Pemeriksaan rutin pada sistem pengapian sangat penting agar performa mesin tetap stabil dalam berbagai kondisi penggunaan.

5. Throttle body kotor

ilustrasi membersihkan throttle body (ebay.com)

Throttle body yang dipenuhi kerak dan kotoran dapat mengganggu aliran udara menuju mesin. Akibatnya, suplai udara menjadi kurang stabil sehingga mesin kesulitan menyesuaikan beban tambahan ketika AC dinyalakan. Hal tersebut membuat getaran lebih mudah muncul, terutama saat mobil berada pada putaran rendah.

Selain memicu getaran, kondisi throttle body yang kotor juga dapat membuat respons pedal gas terasa kurang nyaman. Mesin terkadang terasa tersendat ketika mobil mulai bergerak dari posisi diam. Pembersihan komponen ini secara berkala dapat membantu menjaga performa mesin tetap halus dan nyaman digunakan.

Getaran mesin saat AC mobil dinyalakan memang sering dianggap sepele, padahal kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya komponen yang mulai bermasalah. Pemeriksaan rutin dan perawatan yang tepat dapat membantu menjaga performa kendaraan tetap stabil dan nyaman saat digunakan. Dengan kondisi mesin yang sehat, pengalaman berkendara pun terasa lebih tenang dan menyenangkan setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian