Pasar otomotif di Indonesia memiliki karakteristik yang sangat unik, di mana preferensi konsumen sangat didominasi oleh kendaraan multifungsi yang mampu menampung banyak penumpang. Kondisi ini menempatkan mobil jenis sedan pada posisi yang kurang menguntungkan dalam pasar mobil bekas, sehingga nilai depresiasinya cenderung lebih tajam dibandingkan jenis kendaraan lain seperti SUV atau MPV.
Penurunan harga jual sedan yang signifikan sering kali menjadi momok bagi pemilik kendaraan yang ingin melakukan tukar tambah atau menjual aset otomotifnya. Fenomena anjloknya harga ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil dari kombinasi kebijakan fiskal masa lalu, pergeseran tren gaya hidup, hingga biaya operasional yang dianggap lebih tinggi oleh calon pembeli potensial di pasar sekunder.
