Kebisingan kabin sering kali menjadi keluhan utama bagi pemilik kendaraan di Indonesia saat melintasi jalan tol atau rute antarkota. Respon yang paling umum dilakukan adalah memasang lapisan peredam aspal atau busa tambahan di seluruh bagian lantai dan pintu dengan harapan suara bising akan hilang seketika.
Namun, penambahan bobot melalui material peredam sering kali gagal mengatasi masalah suara siulan atau desis yang menusuk telinga pada kecepatan tinggi. Hal ini terjadi karena sumber kebisingan tersebut bukan berasal dari gesekan ban semata, melainkan dari fenomena aeroakustik atau bagaimana cara sebuah mobil membelah aliran udara.
