Mabuk kendaraan merupakan fenomena fisik yang telah mengganggu para pelancong sejak zaman kereta kuda hingga era mobil listrik modern. Kondisi ini sering kali muncul secara tiba-tiba, mengubah perjalanan yang seharusnya menyenangkan menjadi pengalaman yang melelahkan akibat rasa mual, pusing, dan keringat dingin yang tidak tertahankan.
Meskipun terlihat seperti gangguan kesehatan ringan, mekanisme di balik mabuk kendaraan melibatkan sistem saraf yang sangat kompleks. Pemahaman mengenai interaksi antara persepsi visual dan keseimbangan tubuh menjadi kunci utama untuk mengungkap alasan mengapa tubuh bereaksi secara ekstrem terhadap guncangan kendaraan yang sedang melaju.
