Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perang Kredit Mobil Listrik Kian Sengit: BYD dan Tesla Rilis Tenor 7 Tahun
Ilustrasi pengisian daya listrik Tesla (Pexels/Enes Haciabbasoglu)
  • Pasar otomotif Tiongkok awal 2026 lesu, mendorong produsen seperti BYD dan Tesla meluncurkan skema pembiayaan jangka panjang dengan bunga rendah untuk menarik kembali minat konsumen.
  • BYD menawarkan pinjaman hingga tujuh tahun dengan uang muka nol persen dan cicilan harian murah, sementara sub-brand Fangchengbao memberikan suku bunga serendah 1,5% demi menjaga penjualan.
  • Persaingan makin ketat karena Tesla, Xiaomi, Nio, dan Geely ikut menerapkan tenor panjang di tengah penurunan tajam penjualan kendaraan energi baru pasca berakhirnya insentif pajak pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasar otomotif Tiongkok mengawali tahun 2026 dengan kelesuan yang cukup signifikan baik di sektor ritel maupun grosir. Kondisi ini memaksa para raksasa otomotif seperti BYD, Tesla, hingga Xiaomi untuk memutar otak dan meluncurkan strategi pembiayaan baru yang lebih berani demi merangsang daya beli konsumen yang mulai mendingin.

Berdasarkan laporan dari carnewschina.com, produsen mobil kini beralih dari sekadar potongan harga ke skema pinjaman jangka panjang dengan bunga rendah. Strategi ini diambil sebagai respons atas penurunan penjualan kendaraan energi baru (NEV) yang cukup tajam pada awal tahun, di mana pasar harus beradaptasi setelah berakhirnya berbagai insentif pajak dari pemerintah.

1. Strategi cicilan harian murah dan bunga rendah

Mobil Tesla Y (tesla.com)

BYD melalui unit penjualan Ocean Network mengumumkan kampanye promosi besar-besaran yang menawarkan pinjaman hingga tujuh tahun dengan uang muka nol persen. Skema ini mencakup model-model populer seperti seri Seal, Sealion, Dolphin, dan Seagull. Yang paling menarik perhatian adalah penawaran pembayaran harian yang sangat rendah, mulai dari 29 yuan atau sekitar Rp60.000 saja.

Tidak hanya unit utama, sub-brand off-road BYD, Fangchengbao, juga memperkenalkan program serupa untuk model Bao 5 dan lini Tai 7. Mereka menawarkan suku bunga yang sangat kompetitif. Pihak perusahaan menyatakan bahwa kebijakan tersebut menawarkan pinjaman tujuh tahun dengan, "Suku bunga serendah 1,5% dan uang muka minimum sebesar 32.000 yuan (sekitar Rp70 juta)." Langkah ini diharapkan dapat menjaga arus konsumen di ruang pamer hingga akhir Maret 2026.

2. Penurunan tajam pasar kendaraan energi baru

BYD Sealion 7 (byd.com)

Kebutuhan akan pembiayaan lunak ini didorong oleh data pasar yang mengkhawatirkan pada Januari 2026. Data dari Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA) menunjukkan bahwa penjualan ritel mobil penumpang nasional turun sekitar 13,9% secara tahunan. Sektor NEV bahkan terpukul lebih keras dengan total penjualan ritel hanya 596.000 unit, merosot hingga 20% dibandingkan Januari 2025.

Penurunan ini merupakan dampak langsung dari berakhirnya pembebasan pajak pembelian NEV secara penuh pada akhir tahun 2025. Akibatnya, terjadi lonjakan pembelian di bulan Desember yang menguras permintaan untuk bulan-bulan berikutnya. Volume grosir BYD sendiri tercatat turun sekitar 30% secara tahunan, sebuah angka yang cukup mengejutkan bagi pemimpin pasar yang biasanya mencatatkan pertumbuhan konsisten.

3. Persaingan ketat antar raksasa teknologi dan otomotif

potret dimensi Geely EX5 (global.geely.com)

Fenomena tenor panjang ini tidak hanya dilakukan oleh BYD. Tesla, Xiaomi, Nio, hingga merek-merek di bawah grup Geely juga telah memperkenalkan paket pinjaman tujuh tahun serupa. Analis menekankan bahwa Januari memang secara tradisional merupakan bulan yang fluktuatif karena adanya faktor Tahun Baru Imlek, namun tekanan tahun ini jauh lebih besar karena kombinasi berakhirnya insentif kebijakan dan lesunya permintaan musiman.

Meski pasar secara umum melemah, beberapa pendatang baru justru menunjukkan taringnya. Perusahaan rintisan seperti Xiaomi EV dan Leapmotor tetap berhasil meraih pertumbuhan pengiriman yang signifikan secara tahunan pada bulan Januari. Dengan persaingan yang semakin ketat, para produsen kini menjadikan pembiayaan jangka panjang sebagai senjata utama untuk mempertahankan pangsa pasar mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team