Jakarta, IDN Times - Perubahan lanskap industri otomotif global mulai terasa nyata di Indonesia. Dominasi pabrikan Jepang yang telah berlangsung puluhan tahun kini mendapat tantangan serius dari produsen kendaraan listrik asal China yang unggul dalam teknologi dan kecepatan inovasi.
Persaingan tidak lagi sekadar bertumpu pada harga dan kapasitas produksi, melainkan bergeser ke penguasaan teknologi dan integrasi digital.
Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam industri, dari “perang mesin” menuju “perang otak”. Kemampuan mengembangkan perangkat lunak, kecerdasan buatan, serta sistem kendaraan terintegrasi kini menjadi faktor kunci dalam memenangkan pasar yang semakin kompetitif.
