Tim Jalan Pulang menelusuri jalur Pantura dari Jakarta hingga Surabaya (IDN Times/Dwi Agustiar)
Dari Kudus, kami langsung menuju Surabaya. Kota pertama yang kami singgahi adalah Rembang, kota kecil yang tenang namun sarat sejarah. Banyak tempat yang kami kunjungi di kota ini, salah satunya Pantai Binangun yang berlokasi di Lasem. Pantai ini menjadi salah satu titik untuk melihat hilal Ramadan alias penentuan hari pertama puasa.
Kami berkesempatan melihat secara langsung proses pemantauan hilal melalui teleskop khusus. Cukup berkesan karena ini adalah pengalaman pertama kami menanti hilal. Sayangnya, bulan sabit muda tak tampak sore itu. Meski begitu, sunset di Pantai Binangun cukup indah, lengkap dengan warna-warni jingga dan siluet sampan nelayan yang berlenggak-lenggok digoyang ombak.
Kami kemudian menginap di Rembang sebelum berziarah ke Makam RA Kartini keesokan paginya. Jarak makam dari pusat kota Rembang tidak terlalu jauh, sekitar 20 menit berkendara. Jalannya pun cukup mulus. Pepohonan besar yang rimbun menyambut kami saat tiba di kompleks makam, memberikan keteduhan bagi para peziarah yang datang.
Membaca namanya yang terukir di nisan seperti memutar kembali ingatan tentang surat-surat yang dikirim Kartini ke sahabat penanya di Belanda. Surat-surat itu berisi kegelisahan Kartini melihat kondisi perempuan saat itu yang masih sulit mengakses pendidikan serta terbelenggu kawin paksa dan poligami. Dari surat-surat itu, kita juga tahu betapa pemikiran Kartini jauh melampaui zamannya.
Dari makam RA Kartini, tujuan kami berikutnya adalah Rumah Merah Heritage di Lasem. Jika Rembang adalah tubuh, maka Lasem adalah jiwanya. Rumah Merah dengan arsitektur Tionghoa yang megah dan warna merah dominan adalah bukti nyata betapa harmonisnya budaya Tionghoa dan Jawa di masa lalu.
Berjalan di lorong-lorong Lasem terasa seperti masuk ke dalam mesin waktu. Pintu-pintu kayu tinggi, tembok tebal berbahan kapur, dan ukiran-ukiran naga menciptakan atmosfer yang eksotis sekaligus melankolis. Tak mengherankan jika Lasem sering disebut sebagai Tiongkok Kecil.