Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Revolusi Jaringan Flash Charging 2.0 BYD Siap Masuk Eropa
BYD Sealion 7 (byd.com)
  • BYD akan meluncurkan jaringan Flash Charging 2.0 di Eropa untuk mendukung ekspansi kendaraan listrik berperforma tinggi dan memperkuat infrastruktur pengisian daya cepat di kawasan tersebut.
  • Teknologi baru ini menawarkan kapasitas hingga 1.500 kW, memungkinkan pengisian baterai dari 10% ke 70% hanya dalam 5 menit, jauh melampaui standar pengisian umum di Eropa.
  • Peluncuran bersamaan dengan debut Denza Z9 GT pada April 2026 menjadi langkah strategis BYD untuk menguji kompatibilitas teknologi dan memperkuat posisi bersaing di pasar kendaraan listrik Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa otomotif asal China, BYD, berencana melakukan ekspansi besar dengan meluncurkan jaringan pengisian daya super cepat, Flash Charging 2.0, di daratan Eropa dalam beberapa minggu ke depan. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendukung infrastruktur kendaraan listrik berperforma tinggi milik perusahaan yang mulai membanjiri pasar internasional.

Kehadiran stasiun pengisian daya dengan kapasitas luar biasa ini menandai babak baru dalam kompetisi ekosistem kendaraan listrik global. Dengan teknologi baterai terbaru, BYD berusaha menjawab tantangan durasi pengisian daya yang selama ini menjadi hambatan utama bagi adopsi mobil listrik secara masif di wilayah Uni Eropa.

1. Inovasi teknologi baterai dan kecepatan pengisian daya ekstrem

penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Jaringan Flash Charging 2.0 milik BYD hadir dengan kapasitas daya yang sangat fantastis, yakni mencapai 1.500 kW. Berdasarkan laporan dari carnewschina.com, stasiun ini akan menjadi pengisi daya publik dengan kapasitas tertinggi di Eropa saat mulai beroperasi nanti. Sebagai perbandingan, jaringan pengisian daya Ionity yang ada saat ini rata-rata hanya mendukung daya sebesar 350 kW hingga 600 kW.

Kendaraan yang dilengkapi dengan baterai Blade generasi kedua milik BYD diklaim mampu mengisi daya dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu 5 menit. Bahkan, untuk mencapai kapasitas 97%, hanya diperlukan waktu total sekitar 9 menit di bawah standar pengujian tertentu. Kecepatan ini secara signifikan melampaui standar kebanyakan kendaraan listrik di Eropa yang saat ini rata-rata hanya mampu menerima daya pengisian DC hingga 400 kW.

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Peluncuran infrastruktur pengisian daya ini sengaja dijadwalkan bersamaan dengan kehadiran model Denza Z9 GT di pasar Eropa pada 8 April 2026. Mobil ini akan menjadi unit pertama yang menguji ketangguhan jaringan Flash Charging 2.0 di wilayah tersebut. Denza Z9 GT dibekali dengan baterai Blade sebesar 122 kWh dan tiga motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 960 hp, dengan jarak tempuh mencapai 800 km berdasarkan standar WLTP.

Meskipun BYD telah memasang ribuan stasiun pengisian serupa di China, peluncuran di Eropa akan menjadi ujian nyata bagi kompatibilitas teknologi mereka dengan standar setempat. Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kepadatan titik pengisian dan apakah performa pengisian daya yang diklaim di China dapat direplikasi sepenuhnya di daratan Eropa. Selain performa mesin, mobil ini juga menawarkan kemewahan interior dengan sistem audio Devialet bersertifikasi Dolby Atmos untuk menarik minat konsumen kelas atas.

3. Strategi persaingan dan posisi pasar di Eropa

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Langkah BYD dalam membangun jaringan pengisian daya mandiri ini merupakan bagian dari strategi infrastruktur luar negeri yang lebih luas. Program Flash Charging ini memanfaatkan arsitektur baterai Blade berdaya tinggi sebagai alternatif bagi sistem pertukaran baterai yang dipopulerkan oleh kompetitor seperti Nio. Dengan memegang kendali penuh atas perangkat keras pengisian daya dan kompatibilitas kendaraan, BYD dapat melakukan validasi performa secara bertahap sebelum membuka jaringan tersebut untuk penggunaan yang lebih luas.

Pengamat industri mencatat bahwa ekspansi ini akan sangat menentukan posisi tawar BYD terhadap jaringan mapan seperti Ionity. Jika BYD mampu membuktikan bahwa pengisian daya kilat ini aman dan stabil, maka mereka akan memiliki keunggulan kompetitif yang kuat di segmen sedan dan wagon mewah. Fokus utama ke depan adalah melihat seberapa cepat cakupan stasiun ini meluas dan apakah kendaraan dari merek lain nantinya akan diberikan akses untuk menggunakan jaringan berdaya 1.500 kW tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team