Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Screen Shot 2025-12-23 at 3.20.59 PM.png
Hundai Stargazer Cartenz (hyundai.com)

Hyundai dan Kia merupakan dua raksasa otomotif asal Korea Selatan yang bernaung di bawah payung besar Hyundai Motor Group. Meski berbagi platform teknologi, mesin, hingga komponen yang serupa, perjalanan kedua merek ini di pasar otomotif Indonesia menunjukkan kontras yang cukup mencolok dalam beberapa tahun terakhir.

Fenomena ini menjadi menarik untuk dibedah karena mencerminkan bagaimana strategi investasi, penetrasi pasar, dan pembangunan citra merek dapat mengubah nasib sebuah produk di mata konsumen. Walaupun berasal dari induk yang sama, arah kebijakan masing-masing merek dalam menyikapi potensi pasar domestik telah menciptakan jarak yang lebar dalam angka penjualan maupun dominasi di jalanan.

1. Komitmen investasi manufaktur dan lokalisasi produk

Kia Sonet (kia.com)

Perbedaan nasib yang paling mendasar terletak pada besarnya komitmen investasi langsung di Indonesia. Hyundai mengambil langkah berani dengan mendirikan pabrik manufaktur besar di Cikarang, Jawa Barat, yang menjadi pusat produksi untuk pasar domestik sekaligus basis ekspor di Asia Tenggara. Keberadaan pabrik ini memungkinkan Hyundai untuk melakukan lokalisasi produk secara masif, sehingga harga jual menjadi lebih kompetitif dan ketersediaan unit menjadi lebih terjamin bagi konsumen tanah air.

Di sisi lain, Kia saat ini masih beroperasi dengan model bisnis yang berbeda, di mana sebagian besar produk unggulannya didatangkan secara impor. Tanpa fasilitas produksi lokal sebesar saudaranya, Kia memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas harga dan penyesuaian fitur yang spesifik untuk selera pasar massal Indonesia. Strategi Hyundai yang membangun ekosistem dari hulu ke hilir, termasuk investasi pada pabrik baterai kendaraan listrik, memberikan pesan kuat mengenai keseriusan merek tersebut untuk merajai pasar dalam jangka panjang.

2. Strategi branding dan diferensiasi target pasar

ilustrasi KIA Sonet (dok. KIA Indonesia)

Hyundai dan Kia secara global memang berbagi teknologi, namun di Indonesia, keduanya memposisikan diri pada segmen yang berbeda. Hyundai cenderung tampil lebih agresif dalam menyasar segmen pasar menengah yang luas melalui peluncuran model-model yang menjadi volume pembuat angka penjualan tinggi. Citra Hyundai kini melekat sebagai merek inovatif yang memimpin tren kendaraan listrik dan fitur asisten pengemudi canggih yang bisa dinikmati oleh khalayak lebih luas.

Sementara itu, Kia tampak lebih fokus pada segmen ceruk (niche market) dengan menawarkan desain yang lebih berani, sporty, dan eksklusif. Model-model Kia sering kali dipandang sebagai alternatif bagi mereka yang menginginkan kendaraan dengan karakter desain Eropa namun dengan durabilitas Korea. Meskipun pendekatan ini membangun eksklusivitas merek, volume penjualannya secara otomatis tidak sebesar Hyundai yang lebih berfokus pada model-mobil yang menjawab kebutuhan fungsional keluarga Indonesia secara masif.

3. Jangkauan jaringan diler dan layanan purna jual

Hundai Stargazer Cartenz (hyundai.com)

Keberhasilan sebuah merek otomotif di Indonesia sangat bergantung pada kepercayaan konsumen terhadap layanan purna jual. Hyundai telah melakukan ekspansi jaringan diler dan bengkel resmi secara kilat di berbagai kota besar hingga kabupaten di seluruh Indonesia. Jaringan yang luas ini memberikan rasa tenang bagi pemilik kendaraan mengenai kemudahan servis berkala serta jaminan ketersediaan suku cadang asli yang mudah dijangkau.

Kia, meski terus berupaya memperkuat jaringan pemasarannya di bawah manajemen baru, masih memiliki cakupan diler yang belum seluas Hyundai. Bagi banyak konsumen Indonesia, kemudahan akses ke bengkel resmi merupakan faktor penentu utama dalam membeli mobil. Ketimpangan jumlah titik layanan ini secara langsung mempengaruhi psikologi pembeli yang cenderung memilih merek dengan infrastruktur pendukung paling mapan. Nasib berbeda yang dialami kedua merek ini membuktikan bahwa kualitas produk yang baik tetap memerlukan dukungan ekosistem layanan yang kuat untuk memenangkan persaingan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team