ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578)
Dampak paling berbahaya dari penuaan baterai ini adalah melonjaknya potensi terjadinya thermal runaway atau reaksi berantai panas yang tidak terkendali. Berdasarkan temuan dalam studi tahun 2026 tersebut, baterai yang mengalami degradasi tingkat lanjut memiliki ambang batas toleransi suhu kritis yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan unit baterai yang masih baru dari pabrikan.
Kondisi tersebut berarti gangguan termal atau elektrikal kecil yang biasanya dapat diredam oleh baterai baru, bisa langsung memicu efek domino yang destruktif pada baterai lama. Sekali saja satu sel baterai yang menua mengalami kegagalan fungsi akibat panas, reaksi berantai akan merambat ke sel-sel di sekitarnya dengan jauh lebih agresif, menciptakan kobaran api yang sangat sulit untuk dikendalikan akibat rusaknya sistem mitigasi internal alami sel.